Ganti Gula dengan Stevia, Benarkah Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ganti Gula dengan Stevia, Benarkah Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan? Ilustrasi mengonsumsi gula.(Magnific)

MENGURANGI konsumsi gula sering menjadi salah satu langkah nan dilakukan ketika seseorang mau menurunkan berat badan. Salah satu pengganti nan banyak digunakan adalah stevia, pemanis rendah alias tanpa kalori nan berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Namun, apakah mengganti gula dengan stevia betul-betul bisa membikin berat badan turun?

Stevia mempunyai rasa manis nan jauh lebih kuat dibandingkan gula sehingga penggunaannya hanya memerlukan jumlah nan relatif sedikit. Steviol glikosida, ialah senyawa pemanis nan berasal dari tanaman stevia, termasuk dalam golongan pemanis non-gula alias non-sugar sweeteners (NSS). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan stevia dan turunannya ke dalam golongan tersebut.  

Secara sederhana, mengganti gula dengan pemanis tanpa kalori dapat mengurangi asupan daya dari gula jika jumlah makanan dan minuman nan dikonsumsi tidak kembali meningkat. Hal ini membikin stevia berpotensi membantu seseorang mengurangi kalori dari minuman alias makanan manis.

Namun, pengaruh tersebut tidak otomatis berfaedah stevia dapat menyebabkan penurunan berat badan dalam jangka panjang. WHO menyatakan bahwa bukti mengenai efektivitas pemanis non-gula untuk mengendalikan berat badan dalam jangka panjang tetap belum meyakinkan. Dalam pedomannya, WHO apalagi menyarankan agar pemanis non-gula tidak digunakan sebagai strategi utama untuk mengontrol berat badan.  

Penelitian nan dipublikasikan melalui PubMed juga menunjukkan hasil nan beragam. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap uji klinis menemukan bahwa konsumsi pemanis non-nutritif, termasuk pemanis berbasis stevia, berangkaian dengan penurunan berat badan dan massa lemak dalam beberapa penelitian. Namun, hasilnya tidak menunjukkan perubahan nan signifikan pada indeks massa tubuh maupun lingkar pinggang.  

Penelitian lain nan lebih baru juga menunjukkan bahwa penggantian gula berkalori dengan pemanis non-nutritif dapat memberikan sedikit penurunan berat badan, tetapi efeknya lebih terlihat pada penelitian dengan lama kurang dari 18 minggu. Pada penelitian nan berjalan lebih lama, faedah terhadap berat badan menjadi minimal.  

Karena itu, penggunaan stevia sebaiknya tidak dipandang sebagai solusi tunggal untuk menurunkan berat badan. Mengganti gula dalam kopi, teh, alias minuman lainnya dengan stevia bisa menjadi salah satu langkah mengurangi asupan gula, tetapi hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan dan aktivitas seseorang.

WHO juga menganjurkan pembatasan konsumsi gula bebas hingga kurang dari 10 persen dari total daya harian. Mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman nan terlalu manis serta membiasakan diri dengan rasa nan tidak terlalu manis menjadi bagian krusial dari pola makan sehat. 

Dengan demikian, mengganti gula dengan stevia dapat membantu mengurangi kalori dari gula dalam kondisi tertentu, tetapi tidak bisa dianggap sebagai langkah utama untuk menurunkan berat badan. Pengaturan porsi makan, pemilihan makanan bergizi, aktivitas fisik, tidur nan cukup, dan pola hidup secara keseluruhan tetap menjadi aspek nan lebih krusial dalam menjaga berat badan. (Sumber: World Health Organization (WHO)/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia