Gangguan kepribadian tertentu dapat membikin seseorang bertindak sadis terhadap orang lain.(Dok. Polri)
PSIKOLOG Samanta Clara Elsener, mengatakan gangguan kepribadian tertentu dapat membikin seseorang bertindak sadis terhadap orang lain, termasuk melakukan kekerasan berulang tanpa merasa bersalah.
"Dalam psikologi, kita mengenal istilah gangguan kepribadian antisosial alias Antisocial Personality Disorder (ASPD), nan di masyarakat awam sering disebut sebagai psikopat alias sosiopat," kata pengurus Himpunan Psikologi Indonesia itu dilansir dari Antara, Rabu (24/6).
Samanta menegaskan kondisi tersebut tidak bisa disamakan dengan sifat galak alias mudah marah. Menurut dia, gangguan kepribadian antisosial merupakan gangguan mental serius nan memengaruhi langkah seseorang memproses emosi dan berasosiasi dengan orang lain.
"Ini bukan sekadar karakter galak alias pemarah, melainkan gangguan mental nan serius. Orang dengan kondisi ini mempunyai struktur otak nan berbeda dalam memproses emosi, sehingga tidak ada empatinya," ujarnya.
Menurut Samanta, orang dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya menunjukkan perilaku manipulatif, susah berempati, dan condong memandang orang lain sebagai perangkat untuk memenuhi kebutuhan alias kepentingan pribadinya.
Ia menjelaskan, seseorang dengan kondisi tersebut dapat menyakiti orang lain tanpa merasakan penyesalan. Ketiadaan rasa bersalah itu membikin perilaku kekerasan bisa terjadi berulang.
"Mereka tidak mempunyai rasa bersalah alias lack of remorse, tidak punya empati, pandai memanipulasi, dan memandang orang lain bukan sebagai sesama manusia, melainkan sebagai objek untuk memenuhi kepuasan alias kebutuhan mereka sendiri," kata Samanta.
"Jadi, saat menyiksa mereka betul-betul tidak merasakan kompas moral nan bersuara bahwa tindakan itu salah," tambahnya.
Penjelasan itu mengemuka di tengah perhatian terhadap kasus seorang wanita berumur 29 tahun nan didapati menjadi korban penyekapan dan penganiayaan berat selama tiga tahun.
Perempuan asal Kabupaten Bandung itu dilaporkan lenyap kontak dengan family sejak 2023. Ia kemudian ditemukan dalam kondisi kritis di rumah sakit setelah disekap dan dianiaya oleh kekasihnya selama tiga tahun.
Kepada ayahnya, korban mengaku mengalami penganiayaan luar biasa sadis dalam tiga tahun terakhir. Selama kurun tersebut, pelaku disebut kerap memindahkan korban dari satu tempat kos ke tempat kos lain di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, untuk menghindari kecurigaan penduduk sekitar. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·