Gang Stones, Tradisi Unik Sambut Hari Kemerdekaan di Kota Bandung

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gang Stones, Tradisi Unik Sambut Hari Kemerdekaan di Kota Bandung Ilustrasi(Dok. Diskominfo Kota Bandung )

MENYAMBUT HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penduduk Gang Stones di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, ikut memeriahkan suasana 17 Agustus dengan beragam aktivitas di lingkungan tempat tinggal mereka.

Gang stones alias nan sering masyarakat kenal sebagai gang nan mempunyai identitas tersendiri nan mempunyai keterikatan dengan satu band asal inggris ialah Rolling stones. Salah satu nan paling ikonik ialah logo Rolling Stones, lidah menjulur. Warga nan tinggal di Gang Stones mempunyai tradisi turun temurun kan untuk mencintai dan menyukai band asal Inggris tersebut.

Semangat kebersamaan dan identitas tersebut kemudian bisa terlihat dengan langkah penduduk menyambut dan memeriahkan HUT ke-81 RI. Merek menghias tembok tembok sekitar Gang Stones dengan tema kemerdekaan nan di kombinasikan dengan band Rolling Stones.

Ketua RW 06, Ari Friansyah berharap, mural di Gang Stones bisa membikin penduduk semakin kompak. “Mudah-mudahan ini jadi jalan kita bekerja-sama ke depannya," ucapnya. 

Not So Morning Club Kenalkan Budaya Berkain 

Masih berangkaian dengan peringatan HUT ke-81 RI,  komunitas jalan kaki Not So Morning Club menggelar aktivitas “Agustusan di Belitung” di area Belitung, Kota Bandung, Minggu (16/8).
Kegiatan tersebut memadukan morning walk, permainan unik Agustusan, serta penggunaan kain dan batik sebagai dress code.

Konsep berkain menjadi salah satu langkah organisasi mengenalkan budaya Indonesia dalam suasana nan santuy dan dekat dengan kehidupan anak muda. Penggunaan kain juga tidak hanya ditempatkan pada aktivitas formal, tetapi dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

"Konsep berkain menjadi pengalaman nan menarik, lantaran anak muda saat ini cukup jarang menggunakan kain dalam aktivitas sehari-hari. Menurut saya sangat menarik dan unik. Di masa remaja kita jarang banget pakai kain, apalagi malu juga. Dengan konsep kayak gini bikin kita lebih tertarik dalam budaya-budaya Indonesia,” terang Rizki salah seorang peserta kegiatan.

Hal serupa disampaikan Rija, bahwa budaya berkain perlu terus diperkenalkan dan dinormalisasi di kalangan generasi muda. Ia menilai kain tetap dapat digunakan dengan style nan modern dan tidak terbatas pada aktivitas tertentu.

“Budaya berkain nyaris redup oleh budaya-budaya luar. Lebih baik kita normalisasikan, berkain itu tetap bisa stylish, tetap bisa keren untuk bermain alias jalan-jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Andi, salah satu peserta mengatakan, konsep berkain dalam aktivitas tersebut menjadi pengingat bahwa budaya Indonesia dapat dikenalkan melalui aktivitas nan sederhana. “Konsep berkain hari ini lumayan unik. Kita diingatkan lagi jika memang kebudayaan kita itu ya berkain,” terangnya.

Selain mengenakan kain, aktivitas Agustusan Not So Morning Club juga diisi dengan beragam games dan lomba unik 17 Agustus. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari aktivitas untuk menghadirkan suasana seremoni kemerdekaan sekaligus mempererat kebersamaan antarpeserta.

Azhar, salah satu personil nan telah cukup lama mengikuti Not So Morning Club menjelaskan, aktivitas Agustusan tetap mempertahankan morning walk sebagai aktivitas utama komunitas, tetapi dikemas dengan permainan bernuansa kemerdekaan.

“Karena kebetulan temanya Agustusan, aktivitas nan biasanya fun games kita buat seperti lomba. Tapi core event-nya tetap morning walk lantaran itu memang rutinitas kita selama weekend,” tuturnya.

Bagi peserta, konsep tersebut membikin seremoni kemerdekaan terasa lebih santuy sekaligus memberikan kesempatan untuk mengenal budaya Indonesia. Kegiatan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, bergerak bersama, dan menikmati suasana Agustusan. Melalui aktivitas ini, Not So Morning Club turut menunjukkan bahwa pengenalan budaya dapat dilakukan melalui aktivitas nan sederhana dan menyenangkan. Budaya berkain dihadirkan tidak hanya sebagai simbol perayaan, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas masyarakat nan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia