Ekspor Dua Kuda Indonesia Senilai USD10 Juta Tertahan, Ada Apa?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ekspor Dua Kuda Indonesia Senilai USD10 Juta Tertahan, Ada Apa?

Ekspor Dua Kuda Indonesia Senilai USD10 Juta Tertahan, Ada Apa? (Foto: Freepik)

JAKARTA – Serikat pekerja PT Dua Kuda Indonesia menyoroti belum optimalnya penyelenggaraan going concern perusahaan setelah aktivitas produksi tetap menghadapi hambatan pada proses ekspor. 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghalang upaya mempertahankan operasional perusahaan di tengah proses kepailitan.

Perwakilan Serikat Pekerja Dua Kuda Indonesia Ridwan mengatakan, persoalan utama saat ini berada pada sistem kepabeanan di area KBN Marunda nan membikin aktivitas ekspor perusahaan terkunci.

Menurut dia, perusahaan tetap dapat menjalankan proses produksi, tetapi hasil produksi tersebut tidak dapat dikeluarkan untuk ekspor. Kondisi ini membikin skema going concern nan telah melangkah menjadi kurang maksimal. 

“Jadi kita bisa produksi tapi tidak bisa mengeluarkan hasil produksinya untuk ekspor,” ujar Ridwan di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Ridwan mengatakan serikat pekerja berbareng manajemen telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Hakim Pengawas. Salah satu permintaan nan disampaikan adalah agar tanggungjawab kepada pihak kepabeanan dan cukai dapat segera diselesaikan sehingga produk nan telah diproduksi dapat kembali diekspor.

“Kalau tanpa adanya ekspor keluar peralatan ini, sepertinya cuma-cuma, sia-sia going concern ini. Kita bisa produksi tapi tidak bisa keluar barang,” katanya.

Menurut Ridwan, persoalan pembayaran kepada pihak Pabean dan Bea Cukai menjadi salah satu halangan utama. Ia mengatakan pihak kurator berdasar bahwa tagihan tersebut masuk dalam daftar piutang tetap sehingga pembayaran terhadap satu pihak berpotensi menimbulkan permintaan serupa dari kreditur lainnya.

Namun, dari perspektif serikat pekerja, penyelesaian tanggungjawab tersebut perlu dilihat dari manfaatnya terhadap keberlangsungan operasional perusahaan. “Secara logika, patokan ini kan dibuat untuk kebermanfaatan. Jadi harusnya mereka lebih mengedepankan faedah itu,” ujar Ridwan.

Ia menilai menjadi tidak efektif andaikan biaya untuk menjalankan going concern telah dikeluarkan, tetapi perusahaan tidak dapat menjual dan mengekspor produk nan dihasilkan. Serikat pekerja juga mendorong agar tahap ketiga going concern segera disetujui lantaran persediaan bahan baku dan produk terus berkurang.

Ridwan menilai keterlambatan penyelesaian pembayaran kepabeanan turut memperlambat pemulihan operasional perusahaan. Ia juga menyampaikan bahwa penasihat norma perusahaan sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan keberatan terhadap sikap kurator nan dinilai kurang profesional.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com