Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono(BGN)
BADAN Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinergi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta para master guna mengoptimalkan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai komitmen BGN untuk terus menyerap masukan konstruktif dalam penyempurnaan program.
Kepala BGN, Sudaryono nan berkawan disapa Mas Dar, menegaskan pentingnya pelibatan beragam pihak nan meletakkan perhatian besar terhadap keberhasilan dan keberlanjutan program MBG di tanah air.
“Kami mau lebih banyak, lebih banyak mendapatkan input, masukan, dan juga melibatkan bekerja-sama dengan banyak pihak. Memang kita kudu akui bahwa banyak sekali pihak nan memang concern dan sayang sama program MBG ini,” ujar Mas Dar usai melakukan obrolan berbareng Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, beserta jejeran dan para master di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (5/8).
Dalam pertemuan tersebut, beragam aspek penyelenggaraan Program MBG menjadi konsentrasi pembahasan, mulai dari tata kelola program, penyusunan menu, pemenuhan kebutuhan gizi, standar higiene dan sanitasi, keamanan pangan, pelibatan tenaga mahir gizi, hingga penguatan sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Menurut Mas Dar, seluruh masukan nan diperoleh bakal menjadi dasar penyempurnaan kebijakan dan operasional Program MBG sehingga kualitas jasa kepada penerima faedah dapat terus ditingkatkan.
“Banyak sekali masukan nan kami terima, banyak perihal ya, dari mulai porsi, dari mulai 3T, kemudian dari mulai keamanan agar nggak keracunan seperti apa, kemudian dari mulai gimana pelibatan mahir gizi, gimana pelibatan kerjasama dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, dan lain-lain," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa forum obrolan berbareng Kementerian Kesehatan dan para master tidak bakal berakhir pada satu pertemuan. BGN berencana membangun sistem konsultasi dan obrolan secara berkepanjangan agar proses pertimbangan dan penyempurnaan program dapat dilakukan secara konsisten.
Lebih lanjut, Mas Dar menegaskan bahwa BGN membuka diri terhadap beragam masukan tidak hanya dari kalangan akademisi dan pakar, tetapi juga dari praktisi, pelaku industri jasa boga, serta beragam pihak nan mempunyai pengalaman dan kompetensi dalam penyelenggaraan jasa makan bergizi.
“Saya sendiri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional membuka diri untuk bisa mendapatkan inputan dari siapapun, mahir termasuk juga saya rencana ada beberapa chef, ya kemudian ada juga industri-industri catering lah misalnya gitu, gimana kita mau banyak dapat insight gitu, sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan nan memang kita perlukan kedepannya,” tutup Mas Dar.
(P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·