Wisma Habibie & Ainun (WHA) memperkenalkan koleksi gamelan pribadi milik Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, sebagai instalasi permanen di area Pendopo. Koleksi ini untuk pertama kalinya dibuka ke publik, menampilkan sisi Habibie nan tidak banyak diketahui.
Selama ini, Habibie dikenal lewat kiprahnya di bagian teknologi dan industri dirgantara. Namun di kembali itu, dia juga mempunyai kesukaan pada budaya, termasuk gamelan.
Executive Director Habibie & Ainun Foundation sekaligus Secretary of the Executive Board di The Habibie Center, Nadia Sofia Habibie, mengatakan bahwa perihal ini kerap mengejutkan banyak orang.
“Ini mungkin jadi kebenaran nan mengejutkan, lantaran Eyang dikenal sebagai seorang teknokrat, tapi rupanya Eyang juga fans gamelan,” ujar Nadia.
Menurut Nadia, kesukaan tersebut tidak berdiri sendiri. Habibie memandang budaya sebagai bagian dari langkah memperkenalkan Indonesia ke dunia, termasuk dalam konteks diplomasi.
“Habibie menggunakan culture sebagai soft diplomacy teknologi beliau. Jadi gamelan nan ada di belakang ini, sebelumnya sempat ditaruh di PT IPTN di Bandung untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. Eyang mau menunjukkan bahwa teknologi saja tidak cukup untuk menggambarkan Indonesia sebagai peradaban terdepan, tapi juga dari culture,” jelasnya.
Jika dilihat lebih dekat, nama B.J. Habibie tertera pada instrumen gamelan tersebut. Koleksi ini dibeli pada era 1980-an dan jumlahnya terbatas. Nadia menyebut hanya ada tiga set serupa, ialah milik Habibie, Keraton Kasunanan Solo, dan Presiden Soeharto.
Menariknya, Nadia mengatakan, sejatinya Habibie tidak bisa memainkan gamelan. Hanya saja Bapak Dirgantara Indonesia tersebut sangat menikmati bunyi gamelan.
“Eyang tidak bisa main gamelan, tapi beliau suka bunyi gamelan,” kata Nadia.
Ke depan, gamelan ini tidak hanya menjadi koleksi nan dipajang. WHA juga bakal membuka program bagi publik nan mau belajar memainkannya.
“Kita juga bakal launching program di mana publik bisa belajar untuk main gamelan di Wisma Habibie Ainun,” tambahnya.
Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas budaya menjelang Hari Kartini. Acara turut menghadirkan Yayasan Kebaya Indonesia di bawah ketua Ibu Tuti Nusandari Roosdiono, serta tur koleksi nan dipandu langsung oleh Nadia Habibie dan Pratama Habibie.
Melalui kehadiran gamelan pribadi B.J. Habibie ini, WHA mau menghadirkan pengalaman nan lebih dekat bagi publik untuk mengenal sosok Habibie, termasuk sisi nan selama ini jarang terlihat.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·