Galon Tua Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Profesor

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Galon Tua Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Profesor

Galon Tua Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Ahli (Foto: Freepik)

JAKARTA – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) apalagi menemukan kebenaran galon nan telah berumur 13 tahun tetap dijual bebas kepada konsumen di Bogor. Secara total, info temuan KKI menunjukkan lebih dari separuh (57%) galon nan beredar di Jabodetabek rupanya sudah berumur di atas dua tahun, melampaui pemisah kondusif nan direkomendasikan para ahli. 

Kondisi ini diperparah dengan kebenaran bahwa 8 dari 10 galon nan dijual di pasaran sudah tampak buram dan kusam. Ini tanda visual bahwa bungkusan galon tersebut telah rusak dan berisiko tinggi melepaskan unsur kimia rawan BPA.

Ketua KKI, David Tobing, mengungkapkan bahwa temuan ini menunjukkan adanya masalah nan lebih besar. 

“Dari investigasi kami di 60 gerai di Jabodetabek, 57 persen galon nan beredar berumur di atas dua tahun. Bahkan kami menemukan galon produksi tahun 2012. Ini menunjukkan adanya masalah sistemik dalam pengawasan dan penarikan produk air minum dalam kemasan,” ujarnya saat menyerahkan hasil investigasi kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada akhir tahun lampau dikutip, Selasa (3/2/2026).

Menurut mahir polimer dari Universitas Indonesia, Profesor Mohamad Chalid, galon guna ulang mempunyai pemisah usia pakai. “Kalau kita batasi 40 kali (pengisian ulang), itu artinya tidak sampai setahun. Itu pemisah amannya,” jelas Profesor Chalid dalam sebuah aktivitas obrolan di Jakarta. 

Dia menerangkan bahwa penggunaan dan proses pencucian nan berkali-kali dapat merusak struktur kimia plastik, menyebabkan molekul BPA terlepas dan larut ke dalam air minum. Risiko kesehatan dari paparan BPA dalam jangka panjang tidak bisa dianggap remeh. 

Berbagai studi ilmiah telah mengaitkan BPA dengan gangguan kesuburan, masalah metabolisme seperti obesitas dan diabetes, gangguan perkembangan otak pada janin, hingga peningkatan akibat kanker tetek dan prostat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑