Galaksi Kerdil Awan Magellan Kecil Diduga Terbelah Dua Akibat Gravitasi

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Galaksi Kerdil Awan Magellan Kecil Diduga Terbelah Dua Akibat Gravitasi Survei Warisan Kamera Energi Gelap (DECaLS), Survei Langit Beijing-Arizona (BASS), dan Survei Warisan pita-z Mayall.(Dok. Paudel dkk./Survei Pencitraan Warisan DESI)

SEBUAH penelitian terbaru mengungkap fenomena kosmik nan mengejutkan di lingkungan tetangga galaksi kita. Awan Magellan Kecil (Small Magellanic Cloud/SMC), galaksi kerdil nan setia mengorbit Bima Sakti, diduga sedang mengalami proses penghancuran hebat. Tarikan gravitasi dari tetangganya nan lebih masif, Awan Magellan Besar (LMC), disinyalir menjadi penyebab utama galaksi ini tercabik menjadi dua bagian.

Temuan ini memberikan perspektif baru bagi para astronom mengenai dinamika galaksi satelit. Selama ini, SMC dikenal sebagai gumpalan sinar samar nan dapat dilihat dengan mata bugil dari Belahan Bumi Selatan. Namun, di kembali ketenangannya, struktur internal galaksi ini rupanya sedang berada dalam fase transformasi nan ekstrem.

Analisis Pergerakan 7.000 Bintang Masif

Tim astronom nan dipimpin oleh peneliti dari Universitas Nagoya, Jepang, melakukan kajian mendalam terhadap pergerakan sekitar 7.000 bintang masif muda di dalam SMC. Pemilihan bintang muda ini krusial lantaran mereka tetap menyimpan jejak dinamika awal saat galaksi tersebut terbentuk dan berinteraksi.

Hasil pengamatan menunjukkan pola pergerakan nan anomali. Bintang-bintang di sisi nan berbeda dari galaksi tersebut bergerak ke arah nan saling berlawanan. Fenomena ini mengindikasikan bahwa galaksi tersebut sedang ditarik menjauh dari pusatnya sendiri

“Bintang-bintang di SMC bergerak berlawanan arah di kedua sisi galaksi, seakan-akan sedang ditarik terpisah. Sebagian bergerak menuju Awan Magellan Besar, sementara sebagian lainnya bergerak menjauh,” ujar Kengo Tachihara, salah satu penulis utama penelitian dari Universitas Nagoya.

Misteri Ketiadaan Rotasi Galaksi

Selain indikasi kehancuran struktur, penelitian ini mengungkap kebenaran mengejutkan lainnya: SMC tidak menunjukkan bukti rotasi nan jelas pada populasi bintang masifnya. Hal ini sangat tidak lazim, mengingat sebagian besar galaksi, termasuk Bima Sakti, mempunyai pola putaran nan teratur.

Ketiadaan rotasi ini memicu spekulasi di kalangan intelektual bahwa massa dan struktur SMC selama ini mungkin telah disalahpahami. Jika temuan ini terkonfirmasi, model sejarah hubungan antara Bima Sakti, SMC, dan LMC nan telah disusun selama puluhan tahun kudu direvisi total.

Peneliti lainnya, Satoya Nakano, menambahkan bahwa revisi ini bakal mencakup perkiraan massa galaksi serta gimana hubungan gravitasi ketiga entitas kosmik tersebut berjalan selama miliaran tahun ke depan.

Transformasi Besar di Pinggiran Bima Sakti

Meskipun Awan Magellan Kecil telah dipelajari selama berabad-abad, misteri nan baru terungkap ini menunjukkan bahwa lingkungan kosmik kita jauh lebih bergerak dari nan dibayangkan. Proses "pencabikan" ini menjadi kesempatan langka bagi para intelektual untuk menyaksikan secara langsung gimana hubungan gravitasi antar-galaksi dapat mengubah nasib sebuah sistem bintang secara permanen.

Hingga saat ini, para astronom terus memantau apakah SMC bakal betul-betul terpecah menjadi dua galaksi nan lebih mini alias perlahan-lahan terserap sepenuhnya oleh gravitasi Awan Magellan Besar dan Bima Sakti. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia