
Timnas Thailand U-19 vs Australia U-19 di final Piala AFF U-19 2026. (Foto: Instagram/changsuek)
DELI SERDANG – Tim Nasional (Timnas) Thailand U-19 kudu mengubur angan mereka untuk mengangkat trofi juara Piala AFF U-19 2026 di Stadion Sumatera Utara, Deli Serdang, Indonesia. Dalam partai final nan digelar pada Sabtu 13 Juni 2026 malam WIB, skuad muda Gajah Perang dipaksa menyerah dengan skor 0-2 di tangan Australia.
Meski sempat diselimuti rasa percaya diri tinggi usai lolos dari babak semifinal, Thailand terbukti tetap kalah kelas. Mereka kewalahan meredam agresivitas Australia nan unggul jauh, baik dari segi postur fisik, kecepatan, maupun kualitas organisasi permainan di atas lapangan.
1. Respons Tak Biasa Pelatih Thailand
Kekalahan ini menggagalkan ambisi Thailand untuk merengkuh gelar ke-6 mereka sepanjang sejarah turnamen, sekaligus kandas menyamai rekor sang lawan. Menariknya, pembimbing Thailand U-19, Chakraphan Panpi, justru menunjukkan reaksi nan di luar dugaan banyak pihak.
Bukannya meratapi kegagalan tersebut, sang ahli strategi malah mengaku sangat puas dan bangga dengan performa nan ditunjukkan oleh anak asuhnya.
Timnas Thailand U-19. (Foto: Instagram/Changsuek)
"Pertama-tama, saya bangga dengan para pemain lantaran sukses membawa tim ini ke final. Selain itu, kita kudu memberikan pujian kepada Australia; mereka adalah tim nan kuat dengan pemain-pemain berkualitas," ujar Panpi, dikutip dari media Vietnam, The Thao 247, Minggu (14/6/2026).
"Saya puas dengan para pemain lantaran kami telah memberikan segalanya, meskipun kami tidak mempunyai banyak waktu persiapan. Para pemain telah bekerja dengan sangat baik," tambahnya.
2. Persiapan Menuju Kualifikasi Asia U-20 2027
Panpi tidak menampik tekanan mental menjadi musuh terbesar bagi para pemain usia muda di laga krusial seperti final. Namun, dia menekankan proses belajar mengendalikan psikologis jauh lebih krusial demi masa depan pekerjaan jangka panjang mereka.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·