Freeport Indonesia Catatkan Penjualan 33 Ton Emas di 2025

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat keahlian produksi dan penjualan sepanjang 2025 belum sepenuhnya memenuhi sasaran nan ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh kejadian operasional nan terjadi pada September 2025.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas memaparkan, volume penjualan tembaga hanya mencapai 1,2 miliar pon alias sekitar 71% dari sasaran 1,7 miliar pon. Sementara, penjualan emas tercatat sebesar 1,1 juta ounce alias 33 ton, sekitar 49% dari sasaran 2025 sebesar 2,2 juta ounce alias 67 ton.

Menurut dia, tidak tercapainya sasaran ini dikarenakan adanya kejadian luncuran material basah nan terjadi pada 8 September 2025, nan berakibat pada operasional tambang dan mengakibatkan produksi turun.

"Kami memang saat kejadian itu terjadi kami hentikan seluruh aktivitas operasional di seluruh tambang. Jadi berakhir total, baru mulai menambang lagi pada tanggal 20 Oktober tahun 2025 setelah seluruh korban itu ditemukan dan diantar pulang ke tempat peristirahatan masing-masing," kata Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).

Meski demikian, kenaikan nilai komoditas sukses menopang pendapatan perusahaan. Sebagai contoh, nilai tembaga rata-rata mencapai US$4,53 per pon alias 121% dari dugaan RKAB, sementara nilai emas melonjak hingga US$3.418 per ounce alias 180% dari target.

Sejalan dengan perihal tersebut, pendapatan penjualan Freeport sepanjang 2025 tercatat sebesar US$8,6 miliar alias 83% dari target. Capaian ini lampau berakibat pada penerimaan negara nan mencapai US$4,3 miliar alias 116% dari rencana.

"Dan dari hasil itu penerimaan negara di tahun 2025 itu bisa mencapai 4,3 miliar dolar, malah di atas rencana kerja dikarenakan memang ada pajak perseroan badan nan kami kudu bayarkan secara bulanan di instal setiap bulan nan jumlahnya merujuk kepada hasil 2024," ujarnya.

(ven/wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News