Dittipid Narkoba Bareskrim Polri mengungkap modus pengiriman duit hasil jual beli narkoba nan dilakukan oleh Frans Antony, anak buah dari gembong narkoba Fredy Pratama. Polisi mengatakan, Frans lebih dulu menukar rupiah menjadi dolar Singapura (SGD) sebelum dikirim ke Fredy nan berada di Thailand.
"Modus utama nan digunakan adalah menukarkan duit hasil kejahatan narkotika, khususnya pecahan 1.000 dolar Singapura, di sejumlah money changer nan tersebar di Indonesia. Uang hasil penjualan narkotika tersebut kemudian dikumpulkan dan diangkut langsung oleh Frans Antony," kata Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, Sabtu (20/6/2026).
Modus ini, kata Eko, dilakukan Frans guna menyamarkan asal usul duit haram tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Metode ini menjadi celah utama nan dimanfaatkan untuk memecah dan menyamarkan asal-usul duit haram sebelum dikirim ke luar negeri," jelasnya.
Eko mengatakan aktivitas Frans dalam pengangkutan duit hasil jual beli narkoba dari Indonesia ke Thailand ini sudah dijalaninya selama tujuh tahun. Sekali angkut, duit nan dibawa bisa mencapai Rp 1 miliar.
"Frans Antony melakukan aktivitas pengangkutan duit hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand telah berjalan selama kurang lebih 7 tahun, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2023 dengan nilai minimal setiap kali pengangkutan adalah Rp 1 miliar," ungkap Eko.
Eko menjelaskan, selama periode tersebut, gelombang pengiriman bisa dua hingga tiga kali setiap bulannya. Jika ditotal, gelombang pengangkutan mencapai sekitar 168 kali selama periode tersebut.
"Aktivitas masif ini menunjukkan bahwa sindikat telah beraksi secara sistematis tanpa terdeteksi dalam waktu nan sangat lama," ujarnya.
Frans sendiri merupakan sosok bendaharawan dari Fredy Pratama nan dipercaya sebagai pengendali duit hasil jual beli narkoba. Selain itu, Frans juga sebagai pengendali penyebaran narkoba di Indonesia.
Frans Antony dan Fredy Pratama merupakan kawan semasa SMA di Kalimantan Selatan (Kalsel). Fredy Pratama memulai upaya haramnya di Malang, Jawa Timur.
Frans Antony saat ini sudah berada di gedung Bareskrim Polri Jakarta setelah ditangkap dan diterbangkan dari Malaysia. Frans langsung diperiksa lebih lanjut, sementara Fredy tetap jadi buron.
(kuf/jbr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·