Awaludin
, Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |17:12 WIB

Ratusan Mahasiswa Geruduk Nusron-Budiman di UGM (foto: dok ist)
JAKARTA - Kericuhan mewarnai forum obrolan "Kopdar Bareng Mas Dar" nan digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin 15 Juni 2026 malam. Acara nan menghadirkan sejumlah pejabat negara itu terhenti setelah sekelompok mahasiswa mendatangi panggung dan memaksa forum dihentikan.
Dalam kejadian tersebut, seorang ajudan pejabat negara dilaporkan mengalami luka akibat lemparan barang keras dari massa.
Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) DKI Jakarta, Asip Irama, mengecam tindakan pembubaran paksa tersebut. Menurutnya, forum nan berjalan secara terbuka dan resmi semestinya dihormati sebagai bagian dari tradisi perbincangan dalam kehidupan demokrasi.
"Forum itu adalah ruang perbincangan nan sah, berizin, dan terbuka. Membubarkannya secara paksa bukan tindakan demokrasi. Itu justru membunuh kerakyatan atas nama demokrasi," kata Asip, Rabu (17/6/2026).
Asip menilai budaya kerakyatan nan sehat menuntut keahlian menyampaikan kritik dan argumentasi secara rasional, bukan melalui intimidasi ataupun kekerasan.
"Jika mahasiswa merasa mempunyai argumen nan kuat, sampaikan langsung kepada pejabat nan hadir. Ajukan data, kritik, dan pertanyaan nan tajam. Itulah langkah paling efektif menguji kekuasaan, bukan dengan melempar barang alias menghentikan forum secara paksa," ujarnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·