FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM, Bantah Mahasiswa di BEM Bersatu

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (Unas) menegaskan tidak mempunyai organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat fakultas.

Hal itu disampaikan mengenai munculnya perseorangan nan mengatasnamakan diri sebagai Ketua BEM FISIP Universitas Nasional dalam aktivitas konvensi pers Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu.

"FISIP Universitas Nasional tidak mempunyai organisasi BEM di tingkat fakultas. Oleh lantaran itu, tidak terdapat kedudukan Ketua BEM FISIP Universitas Nasional dalam struktur organisasi kemahasiswaan nan bertindak di lingkungan FISIP Universitas Nasional," kata Dekan FISIP Universitas Nasional, Aos Yuli Firdaus dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aos mengatakan pihak nan dalam aktivitas tersebut diperkenalkan alias mengatasnamakan diri sebagai Ketua BEM FISIP Unas tidak mempunyai kapabilitas kelembagaan untuk mewakili FISIP Universitas Nasional berasas kedudukan dimaksud.

Ia menyatakan kehadiran maupun pernyataan nan disampaikan oleh nan berkepentingan dalam aktivitas tersebut merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak dapat ditafsirkan sebagai sikap, pandangan, maupun representasi resmi FISIP Unas.

Aos menegaskan FISIP Unas menghormati kewenangan setiap mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, berekspresi, dan berperan-serta dalam kehidupan kerakyatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan nan berlaku.

"Namun demikian, penggunaan identitas, atribut, maupun kedudukan organisasi kemahasiswaan kudu dilakukan secara tepat, akurat, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," katanya.

Mengutip detik.com, Aliansi mahasiswa berjulukan BEM Bersatu sebelumnya menyatakan sikap menolak aktivitas mahasiswa nan ditunggangi kepentingan politik praktis. Mereka menilai aktivitas mahasiswa kudu menjadi bunyi rakyat, bukan perangkat untuk merebut kekuasaan.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala corak penunggangan aktivitas mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa kudu tetap menjadi bunyi rakyat, bukan perangkat elite dalam perebutan kekuasaan," kata perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, nan merupakan Ketua BEM Hukum UIC dalam konvensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6).

Untuk itu, mereka menyatakan sejumlah tuntutan, yaitu:

1. Mendesak sterilisasi aktivitas mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala corak intervensi politik praktis.
2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel.
3. Mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu serta membujuk seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses norma secara kritis dan objektif.

Berikut daftar nama BEM Bersatu nan datang dalam konvensi pers tersebut:

- Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
- Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
- Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
- Ardiansyah (Ketua BEM institut Al- Aqidah)
- Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
- Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
- Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
- Dicky (BEM F.IPS Unindra)
- Ahmad (BEM Fakultas Tekhnik Universitas BSI)
- Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI)

(yoa/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional