Filipina Tetapkan Darurat Energi, Dampak Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga BBM

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Awaludin , Jurnalis-Selasa, 24 Maret 2026 |22:32 WIB

Filipina Tetapkan Darurat Energi, Dampak Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga BBM

Filipina Tetapkan Darurat Energi (foto: freepik)

MANILA - Pemerintah Filipina menetapkan status darurat daya nasional di tengah akibat bentrok di Timur Tengah nan memicu gejolak pasokan dan nilai daya global.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. menandatangani perintah pelaksana untuk menjaga stabilitas energi, menyusul ancaman terhadap kesiapan pasokan dalam negeri.

“Bahaya terhadap kesiapan dan stabilitas pasokan daya menjadi dasar langkah ini,” demikian pernyataan pemerintah seperti dilansir dari bbc, Selasa (24/3/2026).

Konflik nan melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, serta terganggunya jalur pelayaran utama di Selat Hormuz, telah mengguncang pasar daya global. Dampaknya, nilai minyak melonjak tajam dan memicu kelangkaan di sejumlah negara.

Filipina termasuk nan paling terdampak. Negara ini mengimpor sekitar 98 persen kebutuhan minyaknya dari area Teluk. Sejak bentrok pecah pada 28 Februari, nilai bensin dan solar dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Melalui kebijakan darurat ini, pemerintah mempunyai kewenangan lebih luas untuk mengamankan pengedaran daya dan kebutuhan pokok. Sebuah komite unik dibentuk untuk mengawasi penyaluran bahan bakar, makanan, obat-obatan, serta peralatan krusial lainnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com