FIFA tidak Campuri Kebijakan Imigrasi AS, Beda dengan Indonesia Sebelumnya?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
FIFA tidak Campuri Kebijakan Imigrasi AS, Beda dengan Indonesia Sebelumnya? Gianni Infantino.(Dok Istimewa)

FIFA menegaskan tidak bakal mencampuri kebijakan imigrasi Amerika Serikat di tengah rangkaian persoalan akses masuk menjelang Piala Dunia 2026. Sikap tersebut kembali mengingatkan pada keputusan badan sepak bola bumi itu nan mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Presiden FIFA Gianni Infantino merespons beragam kontroversi nan muncul, mulai dari persoalan visa, pembatasan masuk, hingga halangan nan dialami sejumlah peserta dan ofisial.

Infantino menegaskan FIFA tidak mempunyai kewenangan untuk mengatur keputusan pemerintah mengenai pihak nan dapat memasuki suatu negara.

"Sayangnya, bumi kita adalah bumi nan sangat garang dan keamanan berada di atas segalanya," kata Infantino seperti dikutip dari BBC.

"Kami perlu menghormati bahwa kami bukan penguasa bumi nan bisa mengatur pemerintah dan abdi negara kepolisian. Kami adalah organisasi olahraga. Kami berupaya melakukan nan terbaik dengan keahlian nan kami miliki," imbuhnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah persoalan mencuat menjelang turnamen, termasuk penolakan masuk terhadap wasit Somalia Omar Artan, pemeriksaan terhadap penyerang Irak Aymen Hussein, serta pengaturan unik bagi Iran nan kudu berbasis di Meksiko dan keluar masuk Amerika Serikat saat menjalani pertandingan.

Ketika ditanya mengenai persoalan izin masuk dan pembatasan terhadap peserta, Infantino menegaskan FIFA tidak dapat menentukan kebijakan suatu negara.

"Apakah Anda menganggap wajar jika FIFA mendikte pemerintah Inggris siapa nan boleh masuk ke negara itu dan siapa nan tidak?" ujar Infantino.

Sikap FIFA tersebut memunculkan komparasi dengan keputusan nan diambil pada Piala Dunia U-20 2023 ketika Indonesia kehilangan kewenangan sebagai tuan rumah setelah muncul penolakan terhadap kehadiran Israel.

Dalam keterangan resmi FIFA pada 30 Maret 2023, setelah pertemuan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, badan sepak bola bumi itu mengumumkan pencabutan status Indonesia sebagai penyelenggara.

Perbedaan respons FIFA terhadap dua situasi tersebut menjadi sorotan. Pada kasus Piala Dunia 2026, FIFA menegaskan bahwa keputusan mengenai akses masuk dan kebijakan imigrasi merupakan kewenangan pemerintah negara tuan rumah nan kudu dihormati.

Meski muncul halangan terhadap ofisial, pemain, dan delegasi, FIFA memilih menempatkan diri sebagai pihak nan tidak dapat mengatur keputusan otoritas negara.

Sementara pada 2023, persoalan akses peserta menjadi bagian dari situasi nan berujung pada pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Dalam kasus itu, FIFA mengambil keputusan langsung terhadap penyelenggaraan turnamen dan memindahkan kewenangan tuan rumah ke negara lain. Walaupun saat itu, FIFA maupun PSSI tidak memberikan argumen nan jelas soal Piala Dunia U-20 tahun 2023 dibatalkan.

"Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, lantaran situasi saat ini, FIFA telah memutuskan untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 2023," tulis keterangan resmi FIFA pada 30 Mar 2023 silam.

Perbedaan pendekatan tersebut kembali mencuat seiring bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia