Festival Soto Nusantara bakal menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali.
Diagendakan pada 13 Juni 2026, pagelaran ini tidak hanya menjadi seremoni kuliner, tetapi juga diharapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Boyolali sebagai salah satu wilayah tujuan wisata kuliner di Indonesia.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, menegaskan bahwa Festival Soto Nusantara dirancang untuk memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, pedagang, dan sektor kuliner lokal.
"Festival Soto Nusantara ini bukan hanya soal makan berbareng alias pagelaran kuliner. Ada pelaku UMKM, ada pedagang, ada masyarakat nan bergerak. Kita mau faedah ekonominya ikut dirasakan," kata Agus dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Rabu (3/6).
Festival Soto Nusantara merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali nan mengusung tema "Boyolali Bersolek: Merawat Tradisi, Memoles Potensi".
Tema tersebut mencerminkan semangat untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan beragam potensi wilayah agar semakin dikenal luas.
Menurut Agus, peringatan hari jadi tahun ini tidak hanya berfokus pada kemeriahan acara, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong produktivitas masyarakat, memperkuat identitas daerah, dan menggerakkan ekonomi lokal.
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Boyolali bakal diawali dengan aktivitas Niti Tilas pada 4 Juni 2026. Agenda ini menjadi corak penghormatan terhadap sejarah serta nilai-nilai nan membentuk identitas Kabupaten Boyolali.
Agus menilai aktivitas tersebut penting, terutama bagi generasi muda, agar tidak hanya merayakan hari jadi daerah, tetapi juga memahami perjalanan sejarahnya.
Selanjutnya, pada 5 Juni 2026 bakal digelar Opening Merbabu Art Fest nan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan seni, kreativitas, dan kebudayaan lokal.
Pada hari nan sama dengan Festival Soto Nusantara, Boyolali Night Carnival juga bakal digelar sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam menampilkan beragam potensi dan identitas daerah.
Rangkaian aktivitas kemudian ditutup melalui Selo Art Festival pada 4 Juli 2026. Festival ini diharapkan semakin memperkuat sektor seni, budaya, dan pariwisata di area Selo, sekaligus memperkenalkan potensi Boyolali kepada masyarakat nan lebih luas.
Agus menegaskan, seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali disusun dengan semangat kebersamaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Semangatnya sederhana, Hari Jadi Boyolali ini kudu menjadi milik bersama. Perayaannya tidak kudu berlebihan, tetapi kudu bermakna, menggerakkan masyarakat, dan memberi faedah kembali kepada masyarakat," pungkas Agus.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·