Ketua Umum ISKI Atwar Bajari(Dok.ISKI)
IKATAN Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ISKI 2026 pada 3 Juni 2026 di Kemala Ballroom Universitas Esa Unggul, Jakarta nan mengusung tema Menguatkan Ekosistem Komunikasi Indonesia untuk Membangun Kepercayaan Publik di Era AI dan Disinformasi. Ketua Umum ISKI Atwar Bajari mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah langkah masyarakat memproduksi, mendistribusikan, dan mengkonsumsi informasi.
“Persoalan komunikasi saat ini bukan sekadar gimana pesan disampaikan, tetapi gimana komunikasi bisa membangun kepercayaan, menjaga integritas informasi, dan memperkuat relasi sosial di tengah perubahan teknologi nan sangat cepat,” ujar Atwar nan merupakan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Kementerian Komunikasi dan Digital mengakui bahwa perkembangan teknologi terutama AI membawa akibat paradoks bagi lanskap info nasional. Di satu sisi, AI bisa mendongkrak produktivitas secara signifikan. Namun, AI juga membikin batas antara info nyata dan tiruan menjadi semakin tipis.
"Kita perlu merefleksikan bersama, apakah perkembangan teknologi komunikasi termasuk AI sudah bergerak jauh lebih sigap dibandingkan dengan keahlian manusia untuk memahaminya?," tegas Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Fifi Aleyda Yahya saat membuka Rakernas ISKI 2026.
Oleh lantaran itu, Kementerian Komdigi membujuk pengurus dan personil ISKI berganti pikiran serta memperkuat sinergi kolaboratif dan solutif untuk menghadapi derasnya arus teknologi digital.
Sementara itu, Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja meyakini bahwa perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab krusial dalam mempersiapkan sumber daya manusia nan tidak hanya ocehan secara teknologi, tetapi juga mempunyai literasi digital, etika komunikasi, keahlian berpikir kritis, dan integritas akademik nan kuat.
“Kami terus mendorong pengembangan pendidikan nan adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk integrasi teknologi AI dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun kami juga menanamkan bahwa teknologi kudu digunakan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kemaslahatan publik,” jelas Arief.
Arief berambisi Rakernas ISKI tidak sekadar menjadi agenda organisasi, melainkan ruang refleksi dan perbincangan nan menghasilkan kontribusi nyata bagi kemajuan komunikasi di Indonesia. Rakernas ISKI merupakan forum organisasi untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan sekaligus wadah konsolidasi nasional bagi akademisi, peneliti, praktisi, ahli komunikasi dalam merumuskan agenda komunikasi Indonesia nan lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan publik. (RO/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·