Fenomena Nyeleneh di China: Bos Dijadikan 'Hewan Peliharaan'

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Meningkatnya beban kerja di China membikin tren hewan piaraan di desktop komputer berbasis AI semakin terkenal di kalangan para pekerja kantoran. Uniknya nan menjadi 'hewan peliharaan' virtual ini adalah bos mereka sendiri.

Melansir SCMP, Senin (24/8/2026), hewan piaraan virtual pertama kali muncul di China pada platform berkirim pesan di awal tahun 2000-an. Hewan piaraan virtual ini berkeliaran di layar dan berinteraksi dengan pengguna saat mereka menjelajahi web, mengobrol, alias menonton video.

Namun kemajuan teknologi kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) membikin hewan piaraan virtual lebih dari sekadar tampilan digital. Sebab sekarang hewan-hewan tersebut sudah diprogram untuk merespons para pengguna, jadi corak pendampingan emosional nan lebih responsif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak seperti hewan piaraan desktop tradisional nan terbatas pada perilaku nan telah ditentukan sebelumnya, interkasi baru ini dapat disesuaikan pengguna baik dari segi penampilan maupun respons.

Sampai akhirnya pada awal Agustus, seorang pengguna internet nan dikenal sebagai 'Jiuyuechushi' menciptakan hewan piaraan berbasis AS di desktopnya nan dimodelkan berasas Elon Musk untuk menggambarkan gimana para bos di tempat kerja dapat dengan mudah diubah menjadi kawan virtual.

Hewan piaraan AI ini dapat bersujud, menampar dirinya sendiri, dan melakukan tugas-tugas seperti menyajikan teh secara virtual. Ia dapat dikonfigurasi agar tampak seperti sedang berjuang ketika diseret oleh mouse dan memanjat di sepanjang tepi laman web.

Alhasil membikin hewan piaraan di desktop komputer menjadi tren baru bagi para pekerja China. Seperti contoh ada pengguna sosial media nan menunjukkan gimana dia mengubah seseorang nan tidak disukainya di instansi menjadi hewan piaraan virtual nan merangkak di layar, berlutut, dan berbicara "aku salah."

Pengguna sosial media lain memprogram hewan piaraan virtual nan terinspirasi oleh bosnya untuk menyatakan "tidak ada lagi lembur" alias "Anda dapat promosi dan kenaikan gaji". Sementara beberapa lainnya menciptakan kembali kawan alias pasangan nan bergosip di perspektif layar.

"Bos saya membikin saya stres di pagi hari, jadi saya membalasnya dengan menggunakan avatarnya di desktop pada siang hari," banyolan seorang pengguna.

"Kita mungkin tidak berani membalik meja dan mengundurkan diri, tetapi setidaknya kita bisa mengklik mouse untuk melawan," kata pengguna lain.

Meski begitu, para mahir norma memperingatkan jika mengubah gambar dari orang sungguhan menjadi hewan piaraan desktop AI dapat menimbulkan akibat hukum. Sebab menggunakan kemiripan seseorang tanpa persetujuan, terutama untuk tujuan nan merendahkan, dapat melanggar kewenangan potret mereka.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance