Ilustrasi(Magnific)
BAGI para pencinta astronomi dan pengamat langit malam, pekan depan bakal menyuguhkan sebuah kejadian alam nan menarik sekaligus penuh teka-teki. Hujan meteor Bootid Juni, nan dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling tidak dapat diprediksi sepanjang tahun, bersiap mencapai puncaknya.
Berbeda dengan hujan meteor tahunan lainnya seperti Perseid alias Geminid nan condong stabil dan menunjukkan intensitas konsisten, Bootid Juni adalah sebuah pengecualian besar. Fenomena ini bisa tampil sangat sunyi dengan hanya beberapa meteor per jam, tetapi di lain waktu, dia bisa meledak menjadi angin besar meteor nan luar biasa dahsyat.
Hujan meteor Bootid Juni berasal dari sisa-sisa debu nan ditinggalkan oleh Komet 7P/Pons-Winnecke. Komet periodik ini mengorbit mentari setiap 6,3 tahun sekali. Ketika Bumi melintasi jalur orbit komet tersebut, partikel-partikel debu kosmiknya masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar, menciptakan kilatan sinar bagus nan kita kenal sebagai bintang jatuh.
Sejarah mencatat bahwa Bootid Juni pernah memberikan kejutan besar bagi para astronom. Pada 1916, 1927, dan nan paling baru tahun 1998, hujan meteor ini tiba-tiba meledak menjadi angin besar kosmik dengan intensitas mencapai lebih dari 100 meteor per jam. Namun, di luar tahun-tahun ledakan tersebut, aktivitasnya biasanya menurun drastis dan condong tenang.
Ketidakpastian inilah nan justru menjadi daya tarik utama bagi para pengamat bintang. Sifatnya nan naik turun membikin setiap pengamatan terasa seperti sebuah petualangan spekulatif nan mendebarkan di langit malam.
Untuk menyaksikan kejadian ini, pengamat tidak memerlukan perangkat bantu optik seperti teleskop alias teropong binokular. Kunci utama untuk menikmatinya secara maksimal adalah dengan mencari letak pengamatan nan lapang, minim polusi cahaya, dan memastikan kondisi langit dalam keadaan cerah tanpa awan.
Mengingat meteor-meteor ini bakal tampak memancar dari rasi bintang Bootes, para pengamat disarankan untuk mulai memandang ke arah langit bagian utara hingga barat laut setelah mentari terbenam. Jendela waktu terbaik untuk pengamatan adalah pada paruh pertama malam hari sebelum bulan mulai terbit dan memancarkan sinar nan dapat meredupkan kilatan meteor kecil.
Bagi mereka nan beruntung, meteor Bootid Juni dikenal mempunyai karakter nan unik. Meteor dari golongan ini condong bergerak jauh lebih lambat dibandingkan hujan meteor lainnya saat memasuki atmosfer Bumi. Pergerakan nan lambat ini menghasilkan lintasan sinar nan memperkuat sedikit lebih lama di langit malam, menjadikannya objek nan sangat bagus untuk diabadikan melalui teknik fotografi long-exposure. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·