Fakta Unik Kartini: Pernah Muncul di 2 Uang Rupiah, Ini Daftarnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Setiap 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai corak dorongan atas emansipasi perempuan. Di masanya, Kartini datang dengan semangat baru: kebebasan, kesetaraan, modernisasi, dan anti-feodalisme.

Gagasan-gagasannya dia tuangkan dalam surat-surat nan kemudian diterbitkan di Belanda dalam corak kitab berjudul Door Duisternis Tot Licht, nan diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang.

Tak hanya diperingati dan dijadikan inspirasi, sosok Kartini juga diabadikan dalam duit rupiah. Bahkan, dia pernah muncul bukan hanya dalam satu, tetapi dua pecahan duit kertas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip situs resmi Bank Indonesia (BI), Kartini pernah muncul di duit pecahan Rp 5 pada 1953. Uang tersebut merupakan bagian dari seri tokoh dan kebudayaan, nan menjadi seri pertama nan dicetak oleh BI.

Khusus duit Rp 5 bergambar Kartini, sebenarnya telah disiapkan sejak 1952. Namun, lantaran Undang-Undang tentang BI baru disahkan pada 1953, duit tersebut resmi dikeluarkan pada 2 Juli 1953.

Dalam situs Kementerian Budaya dijelaskan, duit itu berbahan kertas berbentuk persegi panjang dengan kekuasaan warna abu-abu, biru, dan putih. Pada sisi depan sebelah kiri terdapat gambar Raden Ajeng Kartini mengenakan kebaya dengan rambut disanggul.

Di bagian tengah terdapat tulisan "BANK INDONESIA LIMA RUPIAH", nomor tahun 1952, serta tanda tangan Gubernur dan Direktur BI. Di bagian atas terdapat dua ekor burung dengan kepala saling menyilang. Sementara di perspektif kanan atas dan kiri bawah terdapat nomor nominal nan dipadukan dengan ornamen sulur daun dan roset.

Pada sisi belakang, duit ini berwarna biru dan cokelat, menampilkan gambar pohon rindang dengan ranting, daun, dan bunga. Di bagian bawah juga terdapat dua ekor ular, tulisan undang-undang pemalsuan uang, serta nilai nominal.

Sayangnya, masa edar duit ini hanya sekitar sembilan tahun lantaran ditarik BI pada 1961. Namun, gambar Kartini kembali muncul pada duit kertas pecahan Rp 10.000 tahun emisi 1985, nan kemudian ditarik pada 1995.

Memang, Kartini tidak berada di garis depan mengangkat senjata seperti Cut Nyak Dien alias Laksamana Malahayati. Ia juga bukan sosok nan tampil di mimbar umum memimpin massa.

Namun, Kartini adalah pembuka jalan. Ia mencetuskan langkah berpikir baru nan hingga sekarang tetap menjadi rujukan, dan namanya terus diperingati setiap tahun.


(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance