
Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
KONTINGEN bulu tangkis Indonesia untuk arena Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendatang bakal menampilkan kombinasi menarik antara pengalaman dan daya bary. Tercatat, sebanyak 13 dari total 20 pebulu tangkis nan dikirimkan ke Jepang kelak merupakan pemain debutan nan baru pertama kalinya mencicipi atmosfer pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Salah satu sorotan utama dari para pendatang baru ini datang dari sektor tunggal putra Muhamad Yusuf serta tunggal putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Keduanya sempat mematangkan persiapan melalui arena BWF Tour Super 100 Pontianak Indonesia Masters 2026 sebelum bertolak ke Jepang.
1. Menuju Panggung Asia
Sayangnya, langkah Yusuf dan Dhinda di Pontianak kudu terhenti lebih awal di babak-babak awal turnamen. Yusuf tersisih pada babak 32 besar usai takluk dari wakil Taiwan, Zhe Ying Wu, dengan skor 16-21, 19-21, sementara Dhinda kudu mengakui kelebihan tunggal putri Kanada, Rachel Chan, lewat skor 19-21, 17-21.
Kendati demikian, hasil minor tersebut tidak menurunkan semangat juang mereka, melainkan dijadikan bahan pertimbangan krusial. Pengalaman bertanding di Pontianak dipandang sebagai batu loncatan krusial guna mematangkan kesiapan bentuk maupun mental jelang tantangan berat di Asian Games.
Muhamad Yusuf. (Foto: PBSI)
“Ini modal untuk saya ke Asian Games, pertimbangan dan perbaikan dari bentuk dan pikirannya. Saya senang bisa terpilih masuk ke dalam tim, berambisi bisa kasih nan terbaik buat Indonesia,” ujar Muhamad Yusuf, dikutip dari laman resmi Djarum Badminton, Jumat (4/9/2026).
Senada dengan rekan kontingennya, Dhinda juga memandang waktu persiapan nan tersisa sebagai momen krusial untuk menggenjot performa. Jarak turnamen nan sangat dekat membikin konsentrasi pemulihan dan peningkatan ketahanan bentuk menjadi prioritas utamanya sepulangnya ke Jakarta.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·