Fakta-fakta Pengusiran WNA Diduga Tentara IDF Israel dari Gym di Bali

Sedang Trending 22 menit yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga penduduk negara asing (WNA) nan disebut berkewarganegaraan Israel dan diduga merupakan personil Israel Defense Forces (IDF) diusir dari sebuah gym di Sukawati, Gianyar, Bali. Pengusiran itu viral di media sosial dan sekarang tengah didalami pihak Imigrasi serta kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/8) sekitar pukul 19.00 WITA di A Fitness, Sukawati, Gianyar. Imigrasi Denpasar telah memeriksa info keimigrasian para WNA nan disebut terlibat dalam kejadian tersebut.

Berikut sejumlah kebenaran mengenai pengusiran tiga WNA tersebut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Berawal dari WNA disebut kasar kepada staf gym

Pemilik gym mengatakan perselisihan bermulai setelah salah satu dari tiga WNA tersebut bersikap kasar kepada staf.

"Tiga laki-laki ini datang ke gym kami dan salah satu dari mereka bersikap sangat kasar kepada staf kami," kata pemilik gym dalam video nan diunggah akun IG @filaasteni.

Setelah menerima laporan dari staf, pemilik gym kemudian mendatangi ketiga WNA tersebut untuk meminta penjelasan.

2. Pemilik gym mengaku mengetahui mereka penduduk Israel dan personil IDF

Dalam percakapan tersebut, pemilik gym mengaku mengetahui ketiganya merupakan penduduk Israel dan disebut tergabung dalam IDF. Ia juga menuding ketiganya masuk ke Indonesia menggunakan paspor negara lain.

"Kalian sebenarnya apalagi tidak diperbolehkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor nan lain," ujarnya.

Namun, status ketiganya sebagai personil IDF tetap menjadi dugaan dan tengah diperiksa oleh pihak berwenang.

3. Dua WNA sudah diketahui identitasnya

Imigrasi Denpasar menyatakan telah memperoleh identitas dua dari tiga WNA nan disebut terlibat. Keduanya masing-masing berinisial IB (23) dan YBH (23), dan dipastikan keduanya kelahiran Israel.

IB masuk Indonesia menggunakan paspor Bulgaria pada 3 Agustus 2026 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ia menggunakan visa kunjungan saat kehadiran (VKSK).

Sementara YBH masuk pada tanggal dan melalui airport nan sama menggunakan paspor Romania dan visa kunjungan.

4. Dua WNA masuk daftar pencarian keimigrasian

Imigrasi Denpasar memasukkan IB dan YBH ke dalam daftar pencarian keimigrasian alias SOI untuk kepentingan pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar R. Haryo Sakti mengatakan pihaknya tetap mendalami kemungkinan adanya pelanggaran keimigrasian.

"Terkait dugaan pelanggaran keimigrasian, penentuan pelanggaran serta tindakan keimigrasian terhadap pihak mengenai bakal dilakukan berasas hasil pemeriksaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan nan berlaku," kata Haryo dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

5. Pemilik gym juga bakal diperiksa

Tak hanya para WNA, Imigrasi Denpasar juga bakal memeriksa pemilik gym nan melakukan pengusiran.

Imigrasi menyatakan pemilik tempat kebugaran serta dua WNA nan identitasnya telah diketahui bakal dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai kronologi dan latar belakang kejadian.

"Pemeriksaan dilakukan setelah info mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial. Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap info keimigrasian WNA nan disebut serta mendatangi letak kejadian untuk memperoleh keterangan awal," ujar Haryo.

6. Pemilik gym menyinggung IDF dan perang Gaza

Dalam video nan viral, pemilik gym juga menyinggung keterkaitan para WNA dengan IDF dan menyampaikan argumen moral di kembali penolakannya.

"Kalian bekerja di IDF, kalian membunuh bayi. Jadi saya nggak, saya nggak mau telaah itu. Aku punya prinsipku sendiri," katanya.

Pemilik gym kemudian meminta ketiga WNA meninggalkan tempat tersebut.

Ia menyatakan gym tidak melayani penduduk Israel, personel IDF, maupun orang nan bersikap kasar terhadap staf.

7. Gym mendapat ulasan bintang satu

Buntut kejadian tersebut, pihak gym mengaku mendapat ulasan bintang satu di Google Review dari pihak nan bersangkutan.

Dalam ulasan tersebut, pemilik gym dituding bersikap rasis dan melakukan diskriminasi berasas agama.

Pemilik gym membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan penolakannya ditujukan kepada penduduk Israel dan personel IDF serta orang nan bersikap kasar kepada staf, bukan berasas kepercayaan tertentu.

8. Polisi dan Imigrasi tetap mendalami kasus

Kasus tersebut sekarang tetap dalam proses pemeriksaan oleh Imigrasi Denpasar dan kepolisian.

Sebelumnya, Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Putu Suhendra mengatakan pihaknya bakal mengecek info nan beredar. Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara juga menyatakan pihaknya bakal melakukan pengecekan mengenai masalah ini.

(lau/dmi)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional