Fakta-Fakta Pembunuhan Sadis Lansia oleh Menantu dan Komplotan di Riau

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menangkap total empat orang pelaku pembunuhan dan pencurian terhadap seorang lansia bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), di Pekanbaru, Riau.

Dumaris ditemukan tewas di rumahnya nan berada di Rumbai, Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4) siang. Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi pembunuhan terhadap Dumaris terekam oleh CCTV di rumah tersebut. Awalnya keempat pelaku datang dengan mobil hitam. Terlihat seorang wanita berkaus hitam masuk ke laman rumah, disusul wanita lain nan mengenakan jaket hoodie berwarna biru.

Tak lama kemudian masuk dua laki-laki lainnya. Setelahnya korban keluar dari dalam bilik dan membuka pintu untuk menyambut tamu tersebut.

Korban berbareng kedua pelaku wanita kemudian sempat saling berbincang di ruang tamu. Beberapa saat kemudian salah satu pelaku laki-laki langsung memukulkan balok kayu ke kepala korban hingga terkulai.

Ditangkap di Aceh dan Medan

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah menyebut petugas kemudian menangkap sosok AF nan merupakan menantu korban berbareng laki-laki berinisial S di Aceh Tengah pada Kamis (30/4).

Keduanya sukses dilacak dari plat nomor kendaraan nan berasal dari wilayah Aceh Tengah. Ia menyebut dalang tindakan pembunuhan itu ditangkap di sebuah rumah saat sedang bersama.

Sementara untuk kedua pelaku lainnya ialah laki-laki berinisial E dan wanita berinisial L, ditangkap di wilayah Binjai pada Jumat (1/5). Mereka diamankan di sebuah kontrakan.

"Dua rekan lain di Medan. Dari info itu kami berkoordinasi dengan Polres Binjai dan mendapatkan letak di Binjai, tepatnya di kos-kosan alias kontrakan milik saudari L," tuturnya.

Motif sakit hati dan mau kuasai harta

Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta menyebut pelaku berinisial AF nan merupakan menantu wanita korban melancarkan aksinya lantaran sakit hati.

"Hasil pemeriksaan semalam, motif pelaku adalah sakit hati dengan argumen saat menjadi menantu dan tinggal berbareng korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi," ujarnya dalam konvensi pers, Minggu (3/4).

Selain itu, Muharman mengatakan pelaku nan sakit hati juga beriktikad untuk mengambil dan menguasai barang-barang berbobot milik korban.

"Motif ekonomi, mau menguasai kekayaan korban," tuturnya.

Curi emas hingga dolar Singapura

Usai membunuh korban, Muharman menyebut keempat pelaku langsung mencuri perhiasan milik korban mulai daei gelang, anting, cincin hingga kalung.

"Barang milik korban nan diambil oleh pelaku, seperti perhiasan emas berupa gelang, anting, cincin, kalung, pin, dan kotak perhiasan," jelasnya.

Selain itu, keempat pelaku juga menggasak HP, laptop, loudspeaker, arloji dan teropong. Tidak ketinggalan mereka juga mengambil duit dengan jumlah total 993 dolar Singapura milik korban.

"Uang tunai dolar Singapura, 7 lembar pecahan 100 dolar, lima lembar pecahan 50 dolar, dua lembar pecahan 10 dolar, 9 lembar pecahan 2 dolar, dan 1 lembar pecahan 5 dolar," katanya.

(tfq/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional