Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap praktik dugaan korupsi kepala wilayah melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro menjadi kepala wilayah ke-12 nan ditangkap tangan KPK sepanjang tahun ini.
CNNIndonesia.com merangkum sejumlah peristiwa mengenai operasi senyap lembaga antirasuah terhadap bupati Anom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditangkap di Jakarta
Anom berbareng empat orang lain nan belum diketahui identitasnya ditangkap tim penindakan KPK di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026.
"Salah satu orang nan diamankan di Jakarta adalah bupati Pemalang nan kemudian tadi malam sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Rabu (29/7).
Sejak dilakukan penangkapan, Anom dan pihak lain tersebut menjalani pemeriksaan intensif hingga Rabu malam.
21 orang diamankan, 12 dibawa ke Jakarta
Dari OTT di Pemalang, Purworejo dan Jakarta, KPK menangkap total 21 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 12 orang diputuskan dibawa ke instansi KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Istri Anom ialah Noor Faizah Maenofie berbareng lima orang lain dibawa ke Jakarta dari Pemalang menggunakan bus. Mereka dengan pengawalan personel kepolisian bersenjata tiba pada Rabu malam.
Uang Rp2 miliar
Dalam OTT tersebut, KPK turut menemukan dan mengamankan peralatan bukti berupa duit tunai.
"Selain mengamankan 21 orang, tim juga mengamankan peralatan bukti di antaranya duit tunai sejumlah lebih dari Rp2 miliar, dan tentunya peralatan bukti-barang bukti lainnya juga diamankan dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan ini," ucap Budi.
Kasus proyek & jual beli jabatan
Budi mengungkapkan OTT tersebut berangkaian dengan penerimaan Anom selaku bupati mengenai proyek-proyek dan jual beli kedudukan Sekretaris Daerah.
"Kegiatan penyelidikan tertutup nan dilakukan oleh tim KPK ini diduga berangkaian dengan penerimaan-penerimaan nan dilakukan oleh bupati berangkaian dengan proyek," kata Budi.
"Selain itu, juga ada dugaan penerimaan nan dilakukan oleh bupati berangkaian dengan jual beli kedudukan di lingkungan Pemkab Pemalang," lanjutnya.
Gelar perkara
Setelah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak terkait, KPK melakukan gelar perkara alias pembeberan hingga Rabu malam.
Berdasarkan kecukupan perangkat bukti, KPK sudah menetapkan para tersangka nan bakal dimintai pertanggungjawaban hukum.
Lembaga antirasuah bakal mengumumkan perihal itu termasuk juga kronologi OTT dan bangunan komplit perkara dalam konvensi pers Kamis (30/7) siang.
(ryn/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·