
Area bermain anak alias playground. (Foto: dok Freepik)
JAKARTA - Area bermain alias playground jadi favorit anak untuk bersenang-senang sekaligus menstimulasi sensorik dan motoriknya. Dengan adanya kolam bola, perosotan, serta arena mainan lainnya popularitasnya pun kian meningkat. Namun, berasas penelitian nan dilansir dari ScienceDaily dalam American Journal of Infection Control (AJIC) rupanya playground dapat berkontribusi pada penularan kuman dan bakteri.
Menurut studi tersebut, sering kali area bermain ini terkontaminasi oleh beragam jenis kotoran, seperti muntahan, feses, alias air seni, sehingga menciptakan lingkungan nan mendukung terjadinya penularan. Sangat disayangkan, proses pembersihan mungkin baru dilakukan setelah berhari-hari alias apalagi berminggu-minggu. Tentu saja perihal ini memberikan waktu bagi mikroorganisme untuk menumpuk dan berkembang biak hingga tingkat nan dapat menyebabkan jangkitan pada anak-anak dan membikin mereka sakit.
Para peneliti dari Universitas North Georgia meneliti enam kolam bola di negara bagian Georgia. Sembilan hingga 15 bola dipilih secara random dari kedalaman nan berbeda-beda di setiap kolam bola untuk diambil sampelnya.
Studi tersebut menemukan kolonisasi mikroba nan signifikan di kolam bola nan diuji, termasuk delapan jenis kuman dan satu jenis ragi nan berpotensi menyebabkan penyakit. Kolonisasi kuman ditemukan mencapai ribuan sel per bola, nan secara jelas menunjukkan potensi penularan organisme ini meningkat serta kemungkinan jangkitan nan lebih tinggi.
“Kami menemukan ragam nan cukup besar dalam jumlah mikroorganisme di antara beragam sampel kolam bola,” kata peneliti utama studi ini, Mary Ellen Oesterle dari Departemen Terapi Fisik, Universitas North Georgia.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·