Cikal Bintang
, Jurnalis-Kamis, 02 April 2026 |00:01 WIB

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. (Foto: Andri Bagus/Okezone)
JAKARTA - Pasangan dobel putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, mengusung ambisi besar untuk bangkit dalam arena Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Setelah performa nan dinilai kurang maksimal pada gelaran All England sebelumnya, duet ini berkeinginan menjadikan turnamen di Ningbo, China, sebagai panggung pembuktian kualitas mereka kembali.
Sebelumnya, Fajar/Fikri terhenti di babak 16 besar All England 2026. Duet Indonesia itu dihentikan kompatriotnya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dalam laga sengit tiga gim dengan skor 21-8, 14-21, dan 16-21.
Keterpurukan itu membikin Fajar/Fikri menatap turnamen berikutnya dengan ambisius. Mereka mau memberikan nan terbaik di BAC nan digelar di Ningbo, China pada 7-12 April 2026.
"Persiapan sudah cukup baik ya. Ada waktu dua-tiga minggu, jadi kami lebih siap lagi. Tinggal kita di pertandingan lihat praktiknya," kata Fikri di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta pada Kamis (2/4/2026).
Fajar Alfian/Shohibul Fikri. (Foto: PBSI)
"Sudah lihat drawing. Semua punya peluang, dan pemain BAC bagus semua, jadi lebih konsentrasi ke diri sendiri," tambahnya.
1. Fokus Evaluasi dan Potensi Reuni Semifinal
Di BAC 2026, Fajar/Fikri juga berkesempatan 'membalas dendam' kekalahan dari Raymond/Joaquin. Keduanya bisa kembali saling berhadapan umpama sama-sama masuk semifinal.
Walau demikian, Fajar tidak mau menganggap enteng lawan-lawan di BAC 2026. Fajar mengatakan pertimbangan serta persiapan matang kudu dilakukan sebelum turnamen tersebut.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·