Fadli Zon Ungkap Rekonstruksi Desa Adat Sade Butuh Anggaran Rp 30 M

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan pemulihan kebakaran di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi atensi pihaknya. Fadli Zon mengatakan pembicaraan rekonstruksi Desa Sade melibatkan lintas kementerian.

"Terkait dengan Kampung Sade kita sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur, saya juga sudah bicara dengan Mensesneg, tinggal gimana lantaran ada beberapa kementerian alias lembaga juga nan terlibat," kata Fadli Zon dalam Rapat Kerja di Komisi X DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadli Zon mengatakan perlu ada pihak nan bertanggung jawab untuk rekonstruksi Desa Sade agar tak tumpang tindih. Ia lantas menyebut perkiraan rekonstruksi kampung budaya itu memerlukan anggaran Rp 25 sampai Rp 30 miliar.

"Mungkin kelak di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi untuk mengkoordinasi ini agar tidak overlap, pembiayaannya nan dibutuhkan berapa," kata Fadli Zon.

"Karena setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp 25 sampai Rp 30 miliar jika tidak salah ya, dengan jumlah 75 rumah adat, 65 kios, ada 1 masjid, dan juga area area," tambahnya.

Pihaknya pun bakal mengevaluasi penempatan rumah-rumah budaya di sana agar kejadian nan sama tak terulang. Ia mengatakan beberapa posisi rumah budaya saling berdekatan.

"Nah, ini nan sedang kita kaji termasuk juga gimana kreasi rekonstruksinya lantaran itu beberapa rumah budaya itu sangat berdekatan. Aliran listriknya juga perlu dicek, termasuk juga untuk mitigasi musibah terutama tidak ada untuk pemadam kebakaran dan sebagainya," ujarnya.

Menbud mau ke depannya ada penataan terhadap rumah-rumah di Desa Sade tanpa menghilangkan identitas nan dimiliki. Ia menyebut koordinasi mengenai rekonstruksi ini bakal melibatkan sejumlah pihak.

"Jadi saya kira ini juga sebelum direkonstruksi perlu ada satu apa, penelaahan agar ini tidak terulang kembali, termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya nan begitu mepet ya, itu mungkin ancaman sekali gitu ya. Begitu ada itu, kita bakal lakukan intervensi. Sekarang pun sudah koordinasi terus dengan sejumlah lembaga," imbuhnya.

(dwr/azh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News