Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon mengapresiasi langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto nan tidak meningkatkan nilai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Apresiasi itu disampaikan Fadli nan juga Menteri Kebudayaan dalam obrolan di instansi Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Mengawali diskusi, dia menjelaskan, tensi bumi beberapa hari terakhir semakin luar biasa. Meskipun beberapa jam lalu, Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk tidak melakukan serangan luar biasa kepada Iran seiring disepakatinya gencatan senjata selama dua pekan ke depan.
"Saya kira ini ancaman terhadap budaya dan ancaman juga terhadap peradaban nan sekaligus juga mempunyai akibat ekonomi nan sangat luas ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia dan juga ke banyak negara lain," ujarnya.
Foto: Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya nan juga Menteri Kebudayaan Fadli Zon di instansi Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)
Menurut Fadli, Indonesia juga dihadapkan dengan beragam tantangan nan semakin besar, terutama mengenai dengan pangan, energi, dan juga kebijakan-kebijakan nan tentu bakal terpengaruh oleh situasi dan kondisi global. Untuk itu, lanjut dia, pemerintah kudu beradaptasi dan mengambil langkah-langkah nan sesuai dengan tuntutan masyarakat.
"Langkah pemerintah misalnya untuk sekarang ini tetap mempertahankan nilai BBM bersubsidi saya kira adalah langkah nan sangat tepat. Karena ini bakal menjaga inflasi, menjaga juga kenaikan harga-harga lain dampaknya itu nan tentu bakal menyulitkan rakyat. Dan ini menurut saya adalah keberpihakan dari bapak Presiden Prabowo terhadap rakyat," kata Fadli.
Lebih lanjut, dia bilang jika Indonesia bermahzab ekonomi pasar, maka nilai BBM bakal mengikuti pasar. Sebab, banyak negara nan langsung melakukan penyesuaian sesuai dengan nilai pasar.
"Bahkan di Amerika sendiri mereka menjerit. Orang-orang di California, orang-orang di Texas apalagi nan juga penghasil minyak itu langsung harga-harganya itu naik menjadi nilai pasar dan harganya bisa menjadi acapkali lipat," ujar Fadli.
"Di Indonesia, komitmen pemerintah tetap menjaga nilai BBM bersubsidi adalah keberpihakan kepada rakyat. Itu nan menurut saya kudu digarisbawahi. Jadi jika ada nan beranggapan bahwa nilai itu harusnya dinaikkan, itu mahzabnya pasti kapitalis. Kita ini mahzabnya ekonomi kerakyatan," lanjutnya.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·