Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon di kediaman pribadinya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026). Fadli Zon melaporkan sejumlah usulan mengenai usulan pemberian Tanda Jasa dan Kehormatan nan disampaikan kementerian/lembaga serta masyarakat.
"Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan menghadap Presiden Prabowo untuk melaporkan sejumlah usulan nan disampaikan oleh kementerian/lembaga maupun masyarakat," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Menurut dia, laporan tersebut bakal menjadi pertimbangan Prabowo dalam memberikan gelar tanda jasa dan kehormatan. Teddy memastikan pemberian tanda jasa dan kehormatan sesuai peraturan perundang-undangan.
"Laporan tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan Presiden dalam menentukan pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tuturnya.
Adapun tanda jasa dan kehormatan diberikan kepada sejumlah tokoh nan dianggap telah berjasa bagi bangsa dan negara. Penganugerahan tanda jasa rutin diberikan Kepala Negara dalam rangka HUT RI.
"Usulan tersebut berangkaian dengan pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan insan masyarakat nan dinilai telah memberikan jasa dan kontribusi serta faedah spesial bagi masyarakat, bangsa dan negara, serta mempunyai rekam jejak pengabdian nan patut dihargai dan menjadi teladan bagi masyarakat," jelas Teddy.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan nama-nama penerima tanda jasa dan kehormatan saat ini sedang tahap finalisasi. Menurut dia, penerima tanda jasa serta kehormatan tahun ini sangat bervariasi dan terdiri dari beragam unsur.
"Belum, sedang kita finalisasi tapi kami pastikan bahwa bakal banyak sekali variasinya ya. Kami juga sudah beberapa kali berbincang dengan Bapak Presiden ya," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/8/2026).
"Jadi banyak individu-individu nan menurut tim, apa namanya, tim tanda jasa dan gelar itu nan kita anggap itu layak juga untuk kita berikan penghargaan-penghargaan," sambungnya.
Dia membocorkan salah satu penerima tanda jasa yakni, tokoh alias perseorangan nan mengabdikan diri di bagian teknologi.
"Sehingga mempunyai paten-paten teknologi nan itu diakui di bumi internasional itu juga salah satu nan masuk di dalam, di dalam daftar juga," jelasnya.
Selain itu, kata Prasetyo, ada menteri Kabinet Merah Putih nan juga bakal mendapatkan tanda jasa dan kehormatan dari Presiden Prabowo. Mereka dinilai mempunyai prestasi nan layak untuk mendapatkan tanda jasa.
"Ya ada beberapa (menteri).Yang belum pernah alias tapi kan pendekatannya bukan belum pernah alias tidak pernah ya, tetapi, prestasi apa nan kemudian dianggap layak untuk menerima tanda kehormatan dari negara itu," tutur Prasetyo.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·