Factory Visit Sebagai Reporter Cilik Media Indonesia

Sedang Trending 21 jam yang lalu
Factory Visit Sebagai Reporter Cilik Media Indonesia Kegiatan liputan Reporter Cilik Media Indonesia ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung, pada Senin (24/8).(MI/Permana)

Awalnya, saya merasa sangat antusias saat mendaftarkan diri dalam program ini. Kisahku sebagai seorang Reporter Cilik (Repcil) Media Indonesia tahun ini terasa sangat istimewa. Bayangkan saja, ada lebih dari 100 anak dari kelas 4, 5, dan 6 SD nan ikut mendaftar, hingga akhirnya terpilih 50 anak beruntung dari sekian banyak peminat. Sebelum melakukan kunjungan langsung, saya dan para peserta lainnya wajib melaksanakan aktivitas training jurnalistik secara online pada hari Sabtu melalui Zoom.

Hari nan dinanti-nanti pun tiba untuk melakukan factory visit langsung ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI) nan terletak di Jalan Pajajaran No. 154, Kota Bandung. Kegiatan seru ini diselenggarakan unik dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun PT DI nan ke-50. Rangkaian aktivitas kami berjalan padat dan asyik, dimulai dari pukul 08.30 sampai 16.00 WIB. Cerita tentang keseruan menjadi seorang reporter cilik memang jarang disampaikan, jadi simak ceritaku dengan baik, ya!

Saat memulai aktivitas di pagi hari, kami mengikuti sesi perkenalan sebelum diajak berjamu ke tempat pembuatan pesawat. Di sana, kami berkesempatan mengintip proses perakitan sekaligus mewawancarai tenaga kerja dan supervisor hebat. Salah satu narasumber nan saya wawancarai adalah Ibu Youra, nan bekerja unik untuk mengawasi komponen pesawat dan memeriksa cetak biru (blueprint) mereka.

Menurut penjelasan Ibu Youra, untuk membangun satu unit pesawat terbang seperti jenis CN235 nan dapat menampung 40 orang di dalamnya, bisa menghabiskan waktu selama satu tahun penuh. Beliau juga membagikan info krusial bahwa seluruh isi interior pesawat kudu dimodifikasi secara perincian sebelum akhirnya diuji coba keahlian terbangnya di angkasa. Selama proses modifikasi interior ini berlangsung, orang lain selain mekanik resmi dilarang keras untuk masuk ke dalam badan pesawat demi menjaga keamanan. Di sela-sela kunjungan, kami juga sempat diajak mengunjungi Gedung Mock-Up, sebuah tempat nan dipenuhi oleh tulisan sejarah, miniatur, serta pusat info mengenai pesawat-pesawat dahsyat buatan PT DI.

Setelah beristirahat dan makan siang bersama, agenda dilanjutkan dengan sesi ice breaking nan seru agar kami kembali bersemangat. Memasuki siang hari, tibalah momen nan paling mendebarkan, ialah kesempatan emas untuk melakukan konvensi pers dan mewawancarai dua orang kepala tertinggi perusahaan. Mereka adalah Ibu Dhias Widhiyati selaku Direktur Keuangan dan SDM, serta Bapak Dena Hendriana selaku Direktur Produksi PT DI.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Ibu Dhias memberikan pesan manis nan sangat membakar semangat kami agar jangan pernah takut untuk bermimpi tinggi dan menggantungkan cita-cita setinggi langit. Kemudian, Bapak Dena juga mengungkapkan rasa harunya kepada kami. Beliau mengaku sangat bangga terhadap pesawat jenis N219. Alasan beliau adalah lantaran pesawat handal nan bisa menampung 19 orang penumpang tersebut murni merupakan hasil kreasi berdikari dari tim PT DI sendiri tanpa support asing.

Mendengar penjelasan para direksi, saya sadar bahwa kita sebagai generasi penerus dan anak bangsa Indonesia berkuasa untuk merasa bangga terhadap sesuatu perihal positif nan kita lakukan alias kita buat sendiri dengan kerja keras. Namun, Pak Dena juga mengingatkan agar kita jangan pernah bangga ketika melakukan hal-hal nan buruk, lantaran itu sama sekali tidak layak untuk dibanggakan. Seluruh rangkaian petualangan berbobot hari itu akhirnya ditutup dengan aktivitas liputan, di mana kami semua duduk berbareng untuk menuliskan laporan hasil kunjungan kami. Menjadi Reporter Cilik memberikan banyak wawasan baru nan tidak bakal pernah saya lupakan. Terima kasih Media Indonesia dan PT Dirgantara Indonesia! (X-6)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia