Jakarta -
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital melalui sistem Face Recognition (FR) nan terintegrasi dalam jaringan ETLE Nasional. Teknologi ini menjadi salah satu terobosan krusial dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam proses identifikasi perseorangan dan pengungkapan beragam kasus kejahatan secara lebih cepat, akurat, dan presisi.
Dengan keahlian mengenali dan mencocokkan wajah secara otomatis, sistem Face Recognition bisa membantu petugas mengidentifikasi seseorang nan terekam kamera ETLE di beragam titik strategis. Hasil identifikasi tersebut dapat menjadi info awal nan sangat krusial dalam mendukung proses penyelidikan maupun pencarian terhadap perseorangan nan berangkaian dengan suatu perkara pidana.
Jaringan kamera ETLE nan tersebar di beragam wilayah Indonesia menjadikan sistem Face Recognition mempunyai cakupan pengawasan nan luas. Integrasi teknologi tersebut memungkinkan proses pencocokan info dilakukan secara sigap sehingga dapat membantu abdi negara kepolisian memperoleh petunjuk dan info nan dibutuhkan dalam mengungkap suatu tindak kejahatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan bahwa pemanfaatan Face Recognition pada ETLE Nasional merupakan bagian dari transformasi digital Polri dalam membangun sistem keamanan nan modern dan berbasis teknologi.
"Teknologi Face Recognition memberikan keahlian tambahan nan sangat krusial bagi kepolisian. Dengan support jaringan kamera nan luas, proses identifikasi dapat dilakukan lebih sigap dan jeli sehingga dapat membantu abdi negara dalam mengungkap beragam kasus kejahatan dan mendukung upaya pemeliharaan keamanan masyarakat," ujar Irjen Agus.
Korlantas Polri terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital melalui sistem Face Recognition (FR) nan terintegrasi dalam jaringan ETLE Nasional. Foto: dok. Korlantas Polri
Sementara itu, Dirgakkum Korlantas Polri Kombes I Made Agus Prasatya menjelaskan bahwa Face Recognition pada ETLE Nasional merupakan salah satu corak optimasi teknologi nan memberikan faedah luas bagi kepolisian.
"Face Recognition memungkinkan sistem melakukan identifikasi wajah secara otomatis berasas info nan tersedia. Kemampuan ini sangat membantu petugas dalam proses pelacakan, identifikasi, dan pencarian perseorangan nan berangkaian dengan suatu peristiwa pidana. Semakin luas jaringan kamera nan terintegrasi, maka semakin besar pula kontribusinya dalam mendukung pengungkapan kasus kejahatan secara sigap dan presisi," jelas Kombes Made.
Pemanfaatan Face Recognition pada ETLE Nasional menunjukkan bahwa prasarana teknologi nan dimiliki Polri tidak hanya berfaedah sebagai sarana pengawasan, tetapi juga menjadi bagian krusial dari sistem keamanan modern nan bisa mendukung proses investigasi dan pengungkapan kejahatan. Melalui penguatan teknologi ini, Polri terus berupaya meningkatkan efektivitas pelayanan, perlindungan, dan penegakan norma guna mewujudkan keamanan nan lebih baik bagi masyarakat.
(lir/hri)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·