
Menteri Rini mengungkapkan hasil pertimbangan penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). (Foto: Okezone.com/PANRB)
JAKARTA — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengungkapkan hasil pertimbangan penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada pekan pertama penyelenggaraan setiap hari Jumat menunjukkan hasil nan cukup positif.
Menteri Rini mengatakan, secara umum penerapan WFH di lembaga pemerintah pusat telah melangkah sesuai kebijakan. Bahkan, penerapan work from anywhere (WFA) tersebut dinilai tetap bisa mempertahankan kinerja.
“Sejauh ini catatan kami menunjukkan gambaran nan cukup menggembirakan. Implementasi di lembaga pemerintah pusat melangkah kondusif dan bisa mempertahankan kinerja. Hal ini juga merupakan bagian dari pengalaman nan telah kita lakukan sepanjang pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (14/4/2026).
Ia menambahkan, kementerian dan lembaga telah sigap dan bisa beradaptasi dengan pola kerja berbasis karakter tugas kedinasan serta pencapaian keahlian nan berorientasi pada output dan outcome.
“Ini bukan pengurangan jam kerja, melainkan corak transformasi langkah kerja agar lebih cerdas, efisien, adaptif, dan responsif. Target keahlian ASN tidak berubah, nan berubah adalah gimana mereka bekerja,” tegasnya.
Rini menekankan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan kebijakan ini. Berdasarkan pemantauan melalui Survei Kepuasan Masyarakat dan kanal pengaduan di tiap instansi, jasa esensial tetap melangkah normal.
“Yang menjadi prioritas utama kami dan ini tidak bisa ditawar adalah pelayanan publik tetap melangkah dengan baik. Layanan esensial dan nan berakibat langsung kepada masyarakat tetap melangkah seperti biasa, termasuk bagi golongan rentan,” jelasnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·