Taufik Fajar
, Jurnalis-Sabtu, 18 April 2026 |13:09 WIB

Evaluasi Mudik Lebaran (Foto: Okezone)
JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan melakukan pertimbangan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, khususnya pada penyelenggaraan di wilayah Bali sebagai upaya peningkatan jasa transportasi ke depannya.
Dirjen Aan menyampaikan, kepadatan nan sempat terjadi di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk saat periode mudik Lebaran 2026 menjadi pelajaran krusial untuk segera dicarikan solusinya. Hal ini terutama dalam pengelolaan transportasi di simpul penyeberangan nan mempunyai keterbatasan kapabilitas menampung kendaraan.
“Ada pengelolaan awal nan kurang maksimal salah satunya pemanfaatan buffer zone padahal pengelolaannya jadi salah satu kunci untuk mengatur kendaraan nan berangkat ke pelabuhan. Pelabuhan mana pun kudu ada buffer zone, lantaran sifat pelabuhan terbatas menampung kendaraan, jadi kudu bekerja-sama dengan seluruh stakeholder untuk kita perbaiki bersama,” terang Aan saat kunjungan kerja di Terminal Tipe A Mengwi, Bali dikutip (18/4/2026).
Aan menilai, agar masalah tersebut tidak terulang lagi, dia mendorong pencarian letak buffer zone lainnya sebelum menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk mendukung sistem pengaturan kendaraan. Aan juga berharap, pemerintah wilayah bisa bekerja sama dalam menyediakan lahan untuk dijadikan kantong parkir (buffer zone) di letak nan tidak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk.
Aan menambahkan, selain mengatur buffer zone, perlu juga menyediakan pelabuhan pengganti di Bali, untuk mengurangi ketergantungan dan beban berlebih di lintas Ketapang-Gilimanuk, seperti nan sudah diterapkan di lintas Merak-Bakauheni. Salah satu pelabuhan nan dapat dijadikan pengganti adalah Celukan Bawang untuk membantu mengurai kepadatan saat terjadi lonjakan volume kendaraan di Gilimanuk
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·