ESDM Siapkan Aturan Konversi Saklar Listrik MCB, Ini Penggantinya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merumuskan peraturan menteri (Permen) baru mengenai standar pengamanan sistem kelistrikan nasional. Hal itu untuk menekan nomor kebakaran akibat arus pendek alias korsleting dengan penggunaan teknologi pengamanan nan lebih responsif di gedung publik maupun pemukiman warga.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan proses pengharmonisan izin guna memperkuat landasan norma kebijakan tersebut. Dia menyebut upaya ini sangat krusial untuk meminimalisasi akibat kerugian kekayaan barang maupun jiwa akibat gangguan listrik nan marak terjadi di beragam daerah.

"Jadi gini, jika ini gawai perlindungan arus sisa (GPAS), ini kan persoalannya itu adalah kan cukup banyak dampak-dampak terhadap korsleting nan menyebabkan kebakaran. Itu ada instansi pemerintah di beberapa daerah, itu ada pasar, ada rumah masyarakat. Ini kan kita juga membikin untuk arus sisa ini gimana pengamanan-nya," jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (10/6/2026).

Pemerintah berencana mendorong konversi perangkat pengaman dari Miniature Circuit Breaker (MCB) konvensional menjadi Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection (RCBO). Perangkat pengganti tersebut dinilai jauh lebih efektif lantaran mempunyai sensitivitas tinggi dalam mendeteksi kebocoran arus listrik dibandingkan dengan saklar MCB biasa nan plural digunakan masyarakat saat ini.

"Jadi kelak ada konversi, ini ada RCBO, RCBO ini bakal mengganti MCB. Ya selisih harganya itu kelak ini juga tidak seberapa," katanya.

Kelak, penerapan standar baru tersebut bakal diprioritaskan untuk area perkantoran serta pasar tradisional nan dinilai mempunyai akibat tinggi terhadap musibah kebakaran. Penggunaan teknologi RCBO diproyeksikan bisa memutus aliran daya secara otomatis dan menyeluruh dalam waktu singkat saat terjadi anomali beban arus di dalam jaringan.

"Jadi untuk instalasi nan ada di perkantoran, di pasar, jadi itu justru pada saat ada korsleting itu bakal meninggal secara keseluruhan, itu lebih sensitif. Jadi ini dalam rangka pengamanan. Untuk permennya itu juga sudah disiapkan lagi proses harmonisasi," pungkas Yuliot.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News