Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |21:43 WIB

ESDM menyatakan komitmen untuk meneruskan pengadaan 150 juta ton minyak mentah dari Rusia. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan komitmen untuk meneruskan pengadaan 150 juta ton minyak mentah dari Rusia. Langkah ini dipastikan tak goyah meskipun Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mencabut kebijakan pelonggaran hukuman bagi produk minyak dan gas bumi (migas) dari negara nan dipimpin Presiden Vladimir Putin itu.
Kepastian ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman. Ia menjamin bahwa kesepakatan impor minyak dari Negeri Beruang Merah itu tetap berjalan, apalagi Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung baru saja merampungkan agenda lawatan dinasnya ke Rusia.
“Sekarang kan tetap tetap berproses, kemarin juga Pak Wamen barusan kembali dari sana juga. Jadi proses tetap berjalan,” kata Laode kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).
Sebagai langkah antisipatif ke depan, Laode memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi jika kelak muncul halangan dalam proses pengiriman komoditas daya tersebut. Salah satu solusi nan siap dioptimalkan adalah dengan memaksimalkan peran strategis keanggotaan Indonesia di dalam blok ekonomi BRICS.
“Iya, kita semua koridor, jika kita enggak bisa ke sana, kita ke BRICS. Akan tetapi, intinya secara negara pun satu negara kita kan bebas aktif ya. Jadi itu, apalagi kita juga personil BRICS,” tegas dia.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·