Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan sejumlah imbauan kepada seluruh penduduk mengenai akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Teddy mengimbau seluruh penduduk terdampak mengutamakan keselamatan dan kesehatan diri.
"Sesuai info BMKG, Gunung Anak Krakatau sedang mengalami beberapa kali erupsi," kata Teddy di akun IG Setkab, Minggu (6/9/2026)
Untuk seluruh warga, Teddy menyampaikan 6 poin mengantisipasi paparan debu vulkanik, sebagai berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Apabila hendak keluar rumah, gunakan masker nan tepat, seperti masker N95 alias KN95 untuk membantu menyaring partikel debu vulkanik.
2. Hendaknya gunakan kacamata pelindung dan hindari penggunaan lensa kontak/softlens.
3. Kurangi berada di ruang terbuka terlalu lama selama kondisi udara tetap dipenuhi debu vulkanik.
4. Kurangi kecepatan & tingkatkan kewaspadaan saat berkendara. Debu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang serta membikin permukaan jalan licin.
5. Cuci tangan & wajah setelah dari ruang terbuka.
6. Demi keselamatan, penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga pukul 13.30 WIB. (Update mengenai perubahan tujuan/kompensasi bakal disampaikan secara berkala oleh Kemenhub)
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG sebelumnya mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta. BMKG memaparkan info sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9). BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
"Berdasarkan info PVMBG dan VAAC Darwin serta kajian gambaran RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situsnya.
Klaster pertama ialah ke arah Jakarta, Banten dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.
"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya," jelasnya.
Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Lampung hingga Lampung.
"Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten," jelasnya.
(rfs/idn)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·