Erlan Diduga ke Rumah ASN Bangkalan Sebelum Membunuh, Curi Emas 1 Kg-Rp 200 Juta

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Tangkapan layar sayembara mencari Erlan, terduga pelaku pembunuhan ASN Bangkalan Ruly Yunis Setiawati, nan diunggah di akun TikTok @hellboyjatanraspolda. Foto: Dok. Istimewa

Kuasa norma keluarga, Risang Bima Wijaya, mengatakan terduga pelaku pembunuh Ruly Yunis Setiawati, Erlan (54), sempat ke rumah korban di Bangkalan. Kedatangan Erlan ke rumah Ruly itu diduga pada Kamis (18/6).

Ruly merupakan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan. Dia ditemukan tewas dalam mobil dinas pelat merah nopol M 1090 GP di parkiran Bandara Juanda Sidoarjo, Rabu (24/6).

Risang menyampaikan, kehadiran Erlan di rumah Ruly tersebut juga diduga menggasak sejumlah duit serta perhiasan.

Dugaan itu muncul setelah interogator mencocokkan barang-barang milik korban kepada keluarga. Saat diperiksa, rupanya beberapa kekayaan korban raib.

"Kan interogator minta family untuk mengenali barang-barang kan. Terus dicocokkanlah dengan barang-barang nan di rumah dari periksa kotaknya, rupanya tinggal sedikit. Banyak nan tidak ada di situ," ujar Risang kepada kumparan, Jumat (7/8).

Setelah dicek bersama, pihak suami dan anak korban menyadari bahwa sebagian besar peralatan berbobot milik Ruly telah lenyap dari tempat penyimpanannya di dalam lemari.

"Anaknya mengenali, suaminya mengenali, 'ini enggak ada, ini enggak ada, ini enggak ada' nah itu jumlahnya banyak," ucapnya.

"Perhiasan dan uang. Perhiasan itu banyak. Perhiasan emas kan ada gelang, ada bros, ada cincin. Gelangnya kan besar-besar, cincinnya besar-besar, kalungnya juga besar-besar. Emasnya 1 kilo lebih," tambahnya.

Seorang wanita belum diketahui identitasnya ditemukan tewas di dalam mobil nan terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Selain perhiasan, duit tunai sebesar Rp 200 juta nan rencananya bakal digunakan korban untuk membeli rumah juga raib. Risang menduga duit dan emas tersebut dibawa lari oleh Erlan.

"Termasuk ini soal uang, lantaran takutnya duit itu dimasukkan ke rekening. Jadi uangnya mau beli rumah ada duit tunai Rp 200 juta, rupanya belum beli tapi uangnya tidak ada. Takutnya dimasukkan ke rekening tapi dugaan saya dibawa lari Erlan, teori saya," ujar dia.

Ia mengatakan, indikasi Erlan sempat di rumah korban dari kesaksian para tetangga. Pada hari Kamis, tetangga sempat memandang ada kendaraan nan berakhir sejenak di depan rumah korban sebelum akhirnya pergi kembali.

"Menurut berasas keterangan beberapa tetangga itu sempat memandang ada mobil datang terus pergi lagi sebentar. Mengganti mobil dinas itu. Datang 15 menit mungkin jika enggak salah terus langsung pergi," jelas Risang.

Saat itu, kata Erlan, penduduk setempat tidak mencurigai lantaran mengira sosok nan datang menggunakan mobil tersebut adalah suami korban.

Erlan dan family berambisi abdi negara kepolisian terus memaksimalkan pencarian untuk mengusut kasus ini dan segera menangkap pelaku.

"Harapannya ya walaupun sampai sekarang polisi belum menemukan jejak persembunyiannya Erlan ini kita berambisi tidak berakhir berupaya," katanya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan pihaknya tetap mengejar Erlan.

"Masih kejar terus, tim campuran saat ini tetap pantau," ujar Jumhur

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan