
Erick Thohir soroti kasus pelecehan seksual terhadap atlet kickboxing Indonesia (Foto: Kemenpora RI)
MENPORA RI, Erick Thohir, menyoroti kasus pelecehan seksual nan dialami salah satu atlet kickboxing. Ia mengecam keras penyalahgunaan kekusaan dalam kasus tersebut.
Kasus dugaan kekerasan seksual kembali mencuat di bumi olahraga Indonesia setelah sebelumnya terjadi di bagian panjat tebing. Kali ini dugaan serupa muncul di bagian kickboxing nan diungkapkan oleh atlet putri Jawa Timur berinisial VAP (24) melalui media sosial.
1. Takut Bersuara

VAP mengaku telah lama memendam kejadian tersebut lantaran takut bersuara. Korban merasa posisinya sebagai atlet membuatnya tidak berkekuatan menghadapi sosok nan mempunyai kedudukan lebih tinggi.
“Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara lantaran dia adalah Ketua, dan saya hanyalah seorang atlet nan semestinya konsentrasi untuk juara,” tulis VAP di Instagram, dikutip dari rilis resmi Kemenpora RI, Rabu (11/3/2026).
“Tapi tak bersuara terlalu lama membikin luka ini semakin berat,” imbuhnya.
Kasus tersebut sekarang telah ditangani oleh Polda Jawa Timur nan menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka. Perkara ini pun mendapat perhatian serius dari Erick.
Pria berumur 55 tahun itu mengecam keras tindakan nan diduga dilakukan pembimbing sekaligus pengurus organisasi tersebut. Ia menilai pelaku telah menyalahgunakan kewenangan nan semestinya digunakan untuk membina dan melindungi atlet.
“Cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual nan dialaminya sungguh membikin kita semua terluka. Saya merasakan kepedihan ketika membaca proses dan perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan dengan melaporkan tindakan pelecehan kepada beragam pihak,” ujar Erick.
“Ironisnya terduga pelaku adalah pembimbing dan ketua pengurus provinsi kickboxing Indonesia Jawa Timur, nan semestinya amanah dalam mengayomi, menjaga, membantu dan membina atlet,” tegas laki-laki nan juga Ketua Umum PSSI itu.
“Saya hargai keberanian korban untuk bercerita, tentu bukan perihal mudah untuk mengatasi trauma pahit itu, tapi korban berani bersuara agar tindakan serupa tidak terulang,” tambah Erick.
Menpora Erick juga menyoroti dua kasus kekerasan seksual nan belakangan mencuat sama-sama melibatkan pelatih. Menurutnya, penyalahgunaan relasi kuasa dalam bumi olahraga tidak bisa ditoleransi.
“Dari dua kasus terakhir kekerasan seksual pada atlet nan naik ke jalur hukum, terduga pelakunya adalah pembimbing nan menyalahgunakan kewenangan pada atlet. Kami mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan ini,” tutur Erick.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·