Erick Thohir Sorot Dampak AI di Dunia Kerja, Sebut Banyak Pekerjaan Bisa Hilang

Sedang Trending 19 jam yang lalu
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyoroti akibat perkembangan kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) terhadap bumi kerja global. Dia menilai transformasi digital nan berjalan sigap bakal membawa perubahan besar terhadap kebutuhan tenaga kerja di beragam sektor.

Hal itu disampaikan Erick dalam rapat kerja Komisi X DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Mulanya, dia mengatakan sejumlah program pengembangan pemuda seperti youth camp, lomba debat, hingga program magang.

"Program magang itu menjadi krusial lantaran salah satu riset nan kami dapatkan, memang rumor nan dihadapi para pemuda juga tidak hanya di Indonesia ialah ketidakpastian dalam mencari pekerjaan dengan istilah hari ini digitalisasi, AI semua," kata Erick.

Erick menyoroti pesatnya perkembangan AI. Dia menilai AI sudah mulai mengubah beragam industri, termasuk industri imajinatif dan sektor keuangan.

"Kemarin saya cukup menggelitik, membikin movie saja bisa dengan sistem AI 470 movie sehari. Saya rasa jika kita memandang jumlah pekerja nan bakal lenyap di bumi industrinya bakal sangat masif," ucap Erick.

Dia mencontohkan sektor finansial seperti akuntansi hingga kajian info nan sekarang mulai banyak terbantu oleh AI. Hal nan sama juga terjadi pada pekerjaan info scientist.

"Sekarang nan namanya info kajian itu dalam segi accounting dengan ada AI itu jauh berkurang," ujar Erick.

"Termasuk info scientist nan tadinya suatu jenis future jobs nan banyak dicari, sekarang di Amerika sendiri sekarang open AI, meta, me-layoff nyaris ribuan info scientist lantaran sekarang sudah digantikan oleh sistem AI," sambungnya.

Erick mengatakan kejadian tersebut sebagai corak migrasi besar dalam bumi kerja global. Dia menegaskan kondisi ini menjadi tantangan serius bagi generasi muda.

"Ini suatu migrasi nan luar biasa. Ini memang mau tidak mau kepemudaan ini tentu dari segi tenaga kerja bakal menjadi isu-isu nan kompleks," tuturnya.

(amw/isa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News