Energi Bersih Masuk Sawah Bantu Petani Atasi Masalah Pascapanen

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menerapkan teknologi pascapanen jagung berbasis energi surya di Dusun Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Penerapan teknologi tersebut dilakukan melalui aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) nan bermaksud meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil panen sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat nan didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hibah BIMA Tahun 2026.

Dalam aktivitas tersebut, tim memperkenalkan mesin pemipil jagung nan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta rak pengering nan dilengkapi sensor kadar air.

Berikan Edukasi PascapanenRangkaian aktivitas diawali dengan pembukaan nan dihadiri perangkat Desa Mulyorejo, personil Kelompok Tani Bintang Timur, serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mulyorejo mengapresiasi kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.

"Kami mengapresiasi kontribusi UPN 'Veteran' Jawa Timur nan telah mendampingi masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan golongan tani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Kepala Desa Mulyorejo.

Setelah pembukaan, tim pengabdian memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan pascapanen jagung. Materi nan diberikan meliputi teknik penanganan hasil panen, proses pemipilan, pemanfaatan daya terbarukan dalam aktivitas pertanian, serta pentingnya menjaga kadar air jagung sebelum dipasarkan.

Tim menjelaskan, kualitas hasil panen tidak hanya ditentukan proses budidaya, tetapi juga penanganan setelah panen. Pengelolaan kadar air sesuai standar dinilai dapat membantu menjaga mutu jagung selama penyimpanan sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil.

Pada kesempatan tersebut, tim juga menyerahkan satu unit mesin pemipil jagung berbasis PLTS berkapasitas 650 Wp kepada Kelompok Tani Bintang Timur. Mesin tersebut menggunakan motor listrik berkapasitas 1,1 kW dengan keahlian memipil sekitar 50 kilogram jagung per jam.

Selain mesin pemipil, golongan tani menerima rak pengering nan dilengkapi sensor kadar air.

Tim kemudian memberikan training kepada personil golongan tani mengenai pengoperasian mesin, pemanfaatan sensor kadar air, hingga perawatan peralatan agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Dorong Efisiensi PascapanenKetua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc., mengatakan proses pascapanen menjadi salah satu aspek krusial dalam menjaga kualitas hasil produksi pertanian.

"Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan budidaya, tetapi juga oleh gimana hasil panen dikelola setelah dipanen. Melalui mesin pemipil berbasis PLTS dan rak pengering nan dilengkapi sensor kadar air ini, kami berambisi petani dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil panen, menekan biaya operasional, serta memperoleh nilai jual nan lebih baik," kata Anggota Tim UPN Veteran Jawa Timur Primasari.

Menurut dia, penggunaan daya surya sebagai sumber tenaga mesin menjadi salah satu pengganti pemanfaatan daya terbarukan dalam aktivitas pertanian. Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pascapanen nan lebih efisien.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bintang Timur menyebut teknologi nan diberikan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

Selama ini, proses pemipilan tetap banyak berjuntai pada jasa pemipil keliling. Kondisi tersebut membikin waktu penyelesaian panen kerap dipengaruhi antrean, terutama saat musim panen.

"Kami sangat berterima kasih dan mengucapkan terima kasih kepada UPN 'Veteran' Jawa Timur, Ditjen Risbang melalui Program Hibah BIMA Tahun 2026, serta semua pihak nan telah mendukung aktivitas ini. Bantuan teknologi ini sangat berfaedah bagi golongan tani kami," ungkapnya.Dengan adanya mesin pemipil berbasis tenaga surya dan rak pengering nan dilengkapi sensor kadar air, pihaknya optimistis kualitas hasil panen dapat meningkat.

"Dengan adanya mesin pemipil berbasis tenaga surya dan rak pengering nan dilengkapi sensor kadar air, kami optimistis kualitas hasil panen bakal semakin baik, proses kerja menjadi lebih cepat, dan pendapatan petani juga dapat meningkat," lanjutnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita