Enam Tanda Tubuh Membutuhkan Probiotik Menurut Ahli Gastroenterologi

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Enam Tanda Tubuh Membutuhkan Probiotik Menurut Ahli Gastroenterologi Ilustrasi.(Magnific)

PENGGUNAAN suplemen probiotik mengalami lonjakan drastis sebesar 287% di kalangan orang dewasa di AS antara tahun 2009 hingga 2023, menurut studi dalam Clinical Gastroenterology and Hepatology. Namun, kapan sebenarnya seseorang betul-betul memerlukan suplemen ini?

Para mahir gastroenterologi menjelaskan bahwa probiotik adalah mikroorganisme hidup nan mendukung mikrobioma usus nan sehat, berkedudukan krusial dalam pencernaan, kegunaan imun, dan menjaga penghalang usus. Meski makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, dan kefir adalah sumber alami utama, ada kondisi tertentu suplemen menjadi sangat bermanfaat.

Apa Itu Probiotik dan Manfaatnya?

Menurut Susan Kais, M.D., mahir gastroenterologi dari Cincinnati, probiotik membantu menargetkan indikasi pencernaan spesifik seperti sembelit, kembung, dan diare. Sementara itu, Arkady Broder, M.D. dari Saint Peter’s University Hospital, menambahkan bahwa bukti terkuat penggunaan suplemen probiotik ditemukan pada kondisi medis seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), diare akibat antibiotik, kolitis ulseratif, dan pouchitis.

Manfaatnya tidak terbatas pada pencernaan. Ruvini Wijetilaka, M.D., penasihat medis VSL Probiotics, menjelaskan bahwa usus adalah pusat kendali untuk suasana hati (mood), metabolisme hormon, hingga kesehatan kulit.

Enam Tanda Anda Mungkin Membutuhkan Probiotik

Berdasarkan penjelasan para ahli, berikut indikasi utama bahwa kesehatan usus Anda memerlukan support probiotik:

  1. Masalah Pencernaan Kronis: Kembung nan sering terjadi setelah makan, gas berlebih, serta pola buang air besar nan tidak teratur (berganti-ganti antara diare dan sembelit) adalah tanda ketidakseimbangan kuman usus.
  2. Baru Saja Mengonsumsi Antibiotik: Antibiotik tidak hanya membunuh kuman jahat tetapi juga menyapu bersih kuman baik. Probiotik membantu memulihkan tanaman usus dan mencegah diare mengenai antibiotik.
  3. Sering Sakit alias Infeksi: Sebagian besar sistem kekebalan tubuh dilatih di usus. Jika Anda sering terkena flu alias jangkitan saluran pernapasan atas, mikrobioma nan tidak seimbang mungkin menjadi penyebabnya.
  4. Masalah Kulit (Flare-ups): Kondisi seperti jerawat, eksim, dan rosacea mempunyai hubungan erat dengan kesehatan usus (gut-skin connection).
  5. Suasana Hati Rendah alias Brain Fog: Usus memproduksi sebagian besar serotonin tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa probiotik multispesies dapat membantu mengurangi suasana hati negatif dan meningkatkan kegunaan kognitif.
  6. Intoleransi Makanan: Beberapa jenis probiotik membantu memecah laktosa, sehingga dapat mengurangi gas dan kembung bagi mereka nan mempunyai intoleransi produk susu.

Peringatan Keamanan: Dr. Broder memperingatkan bahwa probiotik kudu digunakan dengan hati-hati pada perseorangan dengan sistem imun lemah (immunocompromised), pasien kritis di ICU, bayi prematur, alias mereka nan mempunyai penyakit jantung struktural lantaran akibat jangkitan aliran darah.

Cara Memilih Probiotik nan Tepat

Dr. Wijetilaka menekankan pentingnya spesifisitas strain. "Berbeda strain, berbeda pula fungsinya," ujarnya. Ia menyarankan untuk mencari produk nan mencantumkan:

  • Spesies dan strain nan tepat (misalnya, jenis Lactobacillus tertentu).
  • Jumlah CFU (Colony Forming Units).
  • Pengujian pihak ketiga dan rekam jejak penelitian klinis.

Beberapa rekomendasi mahir mencakup VSL#3 untuk manajemen diet IBS dan kolitis, serta Culturelle Digestive Daily alias Align Probiotic untuk support pencernaan harian. Selalu konsultasikan dengan tim medis sebelum memulai suplemen baru untuk memastikan dosis dan jenis nan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. (Prevention/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia