Aksi massa nan terdiri atas mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil, Selasa (1/9) di Simpang Empat Yogyakarta berujung ricuh(MI/Ardi T. Hardi)
AKSI massa nan terdiri atas mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil, Selasa (1/9), di Simpang Empat Jalan Jendral Sudirman, Kota Yogyakarta berujung bentrok. Kejadian itu membikin enam mahasiswa mengalami luka-luka dan kudu dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta.
Aksi demonstrasi nan berjalan mulai sore tersebut sempat melangkah damai.
Para mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka secara tertib. Di sisi lain, pihak kepolisian juga membikin rekayasa lampau lintas agar atus lampau lintas tetap lancar.
Ketua Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM), Mesa mengkritisi janji-janji politik Prabowo-Gibran sebagai sebuah kebohongan. Menurut dia, akar masalah nan dihadapi bangsa ini adalah kebijakan nan lahir dari kepemimpinan rezim saat ini.
“Banyak persoalan nan tidak bisa disebutkan satu per satu. Mungkin bisa sampai 200 tuntutan. Jadi lebih baik disederhanakan ke akar permasalahannya, ialah rezim hari ini,” terang dia.
Aksi tersebut mulai memanas pada malam hari sekitar pukul 19 WIB. Gesekan antara peserta tindakan dengan sekelompok orang nan menentang tindakan tersebut sempat terjadi beberapa kali.
Sekitar pukul 22.00 WIB, bentrok kedua golongan mecapai puncaknya. Aparat keamanan bisa mengendalikan situasi sekitar pukul 22.14 WIB.
Akibat bentrok tersebut tercatat beberapa mahasiswa nan sempat dirawat di RS Panti Rapih. Paling tidak ada enam mahasiswanya nan sempat dirawat di rumah sakit
- Naila Arrifqi FH 24 ( Trauma dan sesak nafas)
- Madanastra Mana Filsafat 24 ( Trauma dan sesak nafas)
- Muhamad Zaky UNY ( memar di pelipis)
- Mega Theresia Narwadan Filsafat 24 ( luka robek di jidat)
- Syarifah Khadizah Al Maghraby Fisipol 25 ( luka robek di bibir)
- Zidan Filsafat 24 ( luka memar pelipis,perut dan kepala belakang)
(H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·