Empat Wilayah Kabupaten di Bali Terdampak Kekeringan

Sedang Trending 38 menit yang lalu

Denpasar, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menerangkan, akibat kekeringan ekstrem meluas di provinsi itu selama musim tandus 2026.

Setidaknya ada sejumlah wilayah di empat kabupaten nan terdampak parah kekeringan.

Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan mengatakan kondisi musim tandus 2026 ini perlu menjadi perhatian bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menerangkan BPBD Provinsi Bali mencatat sebanyak 529 kepala family (KK) terdampak kekeringan nan tersebar di empat kabupaten.

Empat kabupaten itu adalah Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Klungkung

"Kekeringan tercatat terjadi di empat kabupaten," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9) malam.

Berdasarkan perkembangan cuaca dan info dari BMKG, musim tandus tahun 2026 diperkirakan berjalan lebih panjang, lebih kering, dan dengan suhu nan relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah.

"Dari perspektif kebencanaan, kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan, kebakaran rimba dan lahan, serta kebakaran pada area permukiman maupun letak pengelolaan sampah," kata Suryawan.

"Untuk itu, BPBD Provinsi Bali berbareng pemerintah kabupaten dan kota terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan. Khususnya pada wilayah nan mempunyai potensi terdampak kekeringan dan kebakaran," imbuhnya.

Rincian kasus kekeringan

Ia memaparkan, akibat kekeringan tercatat meliputi 529 KK di Bali nan terdampak dalam sebaran kejadian nan terjadi sejak 11 April hingga 3 September 2026. Di antaranya, 15 desa alias kelurahan nan terdampak.

Untuk di Kabupaten Buleleng yakni Desa Sinabun, Desa Madenan, dan Desa Menyali. Kemudian, di Kabupaten Jembrana, Kelurahan Pendem, Desa Asahduren, Desa Pergung, Kelurahan Bale Agung, Desa Berangbang, Desa Yeh Embang Kauh, Desa Tukadaya, dan Desa Manistutu.

Untuk di Kabupaten Karangasem, di Desa Baturinggit, Desa Tianyar Timur, dan Desa Tianyar.

Kemudian di Kabupaten Klungkung ialah di Desa Pejukutan.

"Untuk kekeringan lahan pertanian. Luas lahan pertanian nan tercatat terdampak kekeringan, di Jembrana: 79,95 Ha (hektar), di Buleleng 108,60 Ha," jelasnya.

Selain lahan nan sudah terdampak, sebanyak 694,06 hektare dari total 64.704 hektare sawah di Bali berpotensi mengalami kekeringan.

Kemudian, untuk pengedaran air bersih hingga 3 September 2026, telah dilakukan pengedaran sebanyak 823.200 liter. Beberapa di antaranya di Kabupaten Jembrana 450.200 liter, Buleleng 270.000 liter, Karangasem 65.000 liter, dan Klungkung 38.000 liter.

Suryawan menyatakan ke depan penguatan kesiapsiagaan perlu diarahkan pada kesiapan dan perlindungan sumber air, peningkatan kapabilitas prasarana penyimpanan dan pengedaran air.

"Penguatan sistem pemantauan, serta koordinasi lintas sektor pada wilayah nan mempunyai potensi terdampak. Dan stop membakar sampah sembarangan alias tanpa pengawasan," ujarnya.

(kdf/kid)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional