Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mendorong agar elektrifikasi sektor pertambangan tidak hanya berakhir pada penggunaan teknologi, tetapi sekaligus memperkuat industri dalam negeri. Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP) Kementerian Perindustrian Solehan menegaskan bahwa sektor pertambangan mempunyai posisi strategis dalam perekonomian nasional, termasuk dalam mendorong industrialisasi.
"Dalam konteks tersebut, tentunya pemerintah menempatkan diri sebagai regulator sekaligus menjadi penyedia untuk mendukung percepatan elektrifikasi secara berjenjang dan berkelanjutan," katanya dalam EV Transition in MIning Industry Outlook 2026, nan digelar CNBC Indonesia, Rabu (29/4/2026).
Pembangunan ekosistem kendaraan listrik di sektor tambang kudu dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi penggunaan alat, tetapi juga dari sisi produksi komponen dan ekosistem industri.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Dengan demikian, hasil tambang tidak hanya diekspor dalam corak mentah, tetapi diolah menjadi produk berbobot tinggi.
"Fokus kebijakan tidak hanya pada penggantian perangkat berat berbasis mesin ICE (internal combustion engine) menjadi listrik, tetapi juga tentang pembangunan ekosistem itu sendiri nan mendukung efisiensi operasional, pengurangan emisi, kemudian peningkatan daya saing sektor pertambangan dalam negeri," kata Solehan.
Indonesia sendiri mempunyai kelebihan besar dari sisi sumber daya, khususnya nikel nan menjadi bahan utama baterai kendaraan listrik. Potensi ini dinilai sebagai modal krusial untuk masuk ke dalam rantai pasok global.
Solehan menilai bahwa kesempatan tersebut kudu dimanfaatkan agar Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan industri kendaraan listrik dunia. Terlebih, permintaan dunia terhadap baterai terus meningkat.
"Nah, ini Indonesia mulai mempunyai kesempatan nan kuat dalam pengembangan supply chain di komponen itu termasuk di baterai ya. Di sini kan nikel, berfaedah kelak NMC ya, Nikel Mangan Kobalt, itu nan perlu kita hilirisasi," sebut Solehan.
Lebih lanjut, pengembangan industri baterai dan komponen perangkat berat listrik dapat mendorong pertumbuhan manufaktur dalam negeri. Hal ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru.
Penguatan industri hulu hingga hilir menjadi diperlukan agar Indonesia bisa bersaing di pasar global. Dengan ekosistem nan terintegrasi, elektrifikasi tambang bisa memberikan akibat ekonomi nan lebih luas.
"Hal ini memang menjadi modal krusial agar elektrifikasi di sektor pertambangan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tidak mengangkat teknologi, tapi juga mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri itu sendiri," sebut Solehan.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·