Ekspor Sawit, Batu Bara dan Ferro Alloy RI Lewat PT DSI, Ini Alasannya

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi menunjuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai BUMN ekspor nan bakal mengelola sistem ekspor satu pintu. Khususnya untuk sejumlah komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pada tahap awal, kebijakan tersebut bakal mencakup tiga komoditas utama ialah batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.

"Pelaksanaan ini pada tahap awal bakal dimulai dengan tiga komoditas strategis nan merupakan juga tiga ekspor terbesar kita. nan pertama adalah batu bara, kedua kelapa sawit, dan ketiga mengenai dengan ferro alloy," kata Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Menurut dia, kebijakan ini diperlukan untuk memperkuat pengawasan ekspor sekaligus meningkatkan kualitas dan validitas info ekspor nasional.

Di samping itu, pengaturan baru tersebut bermaksud untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan ekspor guna mencegah beragam praktik nan merugikan negara, seperti under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor.

"Sehingga nilai ekspor nan tercatat menggambarkan besarnya transaksi ekspor nan sebenarnya, sehingga tanggungjawab terhadap negara dan penerimaan negara dari penyelenggaraan ekspor lebih optimal," ujarnya.

Berdasarkan info nan dia paparkan, nilai ekspor tiga komoditas tersebut pada 2025 mencapai US$66,13 miliar alias sekitar 23,4% dari total ekspor nasional. Ketiganya juga menjadi salah satu penopang utama surplus neraca perdagangan Indonesia nan telah berjalan selama 71 bulan berturut-turut.

Rinciannya ialah nilai ekspor batu bara mencapai US$24,48 miliar, ekspor kelapa sawit alias CPO sebesar US$24,42 miliar, sedangkan ferro alloy alias besi paduan mencapai US$16,49 miliar.

"71 bulan berturut-turut dengan gambaran nilai ekspor batu bara sekitar US$ 24,48 miliar, kemudian kelapa sawit CPO sebesar US$ 24,42 miliar, kemudian mengenai dengan ferroalloy alias besi paduan sebesar US$ 16,49 miliar," ujar Airlangga.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News