Ekspor Batu Bara Cs Dikontrol PT DSI, Pengusaha Diklaim Sambut Positif

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembentukan BUMN unik ekspor, ialah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) direspons positif oleh para pelaku upaya ekspor Sumber Daya Alam (SDA).

Hal tersebut disampaikan Airlangga usai melakukan sosialisasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sore ini, Kamis (21/5/2026).

"Tanggapannya relatif positif dan mereka mengapresiasi terutama bahwa ini kan tujuannya untuk mengoptimalkan nilai dan juga agar Indonesia leverage-nya di perdagangan komoditas ini menjadi lebih kuat," ujar Airlangga kepada pewarta.

Dalam sosialisasi, Airlangga menjelaskan pembentukan BUMN ekspor ditujukan untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas SDA strategis nasional.

Kebijakan tersebut juga diharapkan bisa mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global.

Seperti nan diketahui, PT DSI mulai melakukan pendataan aktivitas ekspor pada 1 Juni mendatang. Airlangga juga menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan aktivitas ekspor ke depan itu nantinya hanya memberikan laporan kepada PT DSI. Kegiatan itu bakal dilakukan dalam tiga bulan agar sistemnya bisa melangkah dengan baik.

"Artinya transaksi ekspor tetap dilakukan perusahaan dengan buyer namun pengarsipan ekspor sudah dilakukan oleh BUMN Export dan ini bakal dilakukan periodisasi sampai dengan 31 Desember," ujarnya.

Selanjutnya, tahap kedua bakal dimulai paling lambat pada 1 Januari 2027. Pada fase ini, seluruh proses transaksi ekspor bakal sepenuhnya dilakukan PT DSI.
Maka dari itu, dia meminta para pelaku upaya mulai menyiapkan masa transisi, termasuk melakukan penyesuaian terhadap kontrak-kontrak nan telah berjalan.

"Dan kebijakan ini tentu tidak bisa melangkah tanpa adanya kerjasama dan pemerintah tidak membatasi ruang mobilitas bumi upaya dan juga pemerintah melakukan penataan agar kue ekonomi ini bisa dinikmati secara berkelanjutan. Tentunya kepada para pengusaha itu diminta untuk bisa juga mengatur periode transisi dan juga kontrak-kontrak itu untuk juga dilakukan penyesuaian," ujarnya.

Berikut sejumlah asosiasi nan datang pada sosialisasi hari ini:

1. Kamar Dagang Industri (Kadin)

2. ⁠Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)

3. ⁠Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA)

4. Forum Industri Nikel Indonesia (FINI)

5. ⁠Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI)

6. ⁠Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI)

7. ⁠Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas)

8. ⁠American Chambers of Commerce (AMCHAM)

9. ⁠US-ASEAN Business Council (USABC)

10. ⁠Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI)

11. ⁠Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI)

12. ⁠Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI)

13. ⁠Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)

14. ⁠European Business Chamber or Commerce Indonesia (EUROCHAM)

15. ⁠Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI)

16. ⁠Gabungan Pengusaha Minyak Nabati Indonesia (GIMNI)

17. ⁠Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN)

18. ⁠Indonesian Petroleum Association (IPA)

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News