Felldy Utama
, Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |12:35 WIB

Foto: ist
JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mendesak aparat penegak norma mengusut tuntas temuan 995 senjata api, narkotika, dan kepingan VCD bermuatan pornografi di sebuah ruangan sekolah swasta di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, temuan tersebut merupakan persoalan nan sangat serius lantaran menyangkut keamanan negara sekaligus keselamatan masyarakat. Menurutnya, kepemilikan ratusan senjata api oleh pihak sipil tidak dapat dianggap sebagai perihal nan biasa.
"Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah nan sedikit. Kepemilikan senjata sebanyak itu mengindikasikan adanya prosedur nan diduga telah dilanggar, lantaran tidak mungkin seseorang secara sah mempunyai senjata dalam jumlah sebesar itu," kata TB Hasanuddin, Jumat (7/8/2026).
Ia menambahkan, selain senjata api, abdi negara juga menemukan narkotika. Kedua temuan tersebut merupakan dugaan tindak pidana nan kudu diproses secara serius sesuai ketentuan norma nan berlaku.
"Senjata api nan jatuh ke tangan pihak nan tidak bertanggung jawab dapat membahayakan masyarakat apalagi menakut-nakuti keamanan negara. Begitu pula dengan narkotika nan kudu diusut untuk mengetahui tujuan kepemilikan maupun jaringan peredarannya," ujarnya.
Politikus PDIP itu meminta interogator tidak berakhir pada penyitaan peralatan bukti, tetapi juga menelusuri asal-usul seluruh senjata api dan narkotika tersebut, termasuk pihak-pihak nan terlibat dalam penyimpanan maupun kepemilikannya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·