Ekonomi RI Tumbuh 5,2%, Airlangga Buka Suara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2026 mencapai 5,29%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut nomor ini merupakan nomor nan baik di tengah adanya beragam tekanan global.

Tekanan tersebut berupa perang nan terjadi antara Rusia dan Ukraina belum juga mereda, belum lagi ditambah akibat dari perang Timur Tengah. Tekanan dunia juga ditambah dengan adanya perang jual beli dan disrupsi teknologi.

Pertumbuhan ekonomi ini juga sedikit di luar dugaan. Dia menilai banyak lembaga dan lembaga dunia memprediksi ekonomi hanya bakal tumbuh paling banter 3%, namun Indonesia bisa tumbuh di atas nomor tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, di tengah kondisi seperti itu, walaupun beragam lembaga memandang pertumbuhan ekonomi dunia hanya tumbuh rata-rata di atas 3%, Indonesia tetap bisa tumbuh di triwulan kedua sebesar 5,29%," ujar Airlangga di kantornya, Rabu (5/8/2026).

Airlangga menambahkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi ini sangat baik. Pasalnya, capaian ini tidak ditopang oleh adanya peristiwa-peristiwa nan besar, macam libur hari raya misalnya.

"Dan seperti kita ketahui, triwulan kedua tidak ada event besar seperti Lebaran, lantaran ini sudah masuk di triwulan pertama. Jadi nomor 5,29% ini nomor nan cukup baik, dan kita sepanjang satu semester ini kita tumbuh sebesar 5,45%," ujar Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan sepanjang paruh pertama 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,45%. Airlangga menyebut capaian ini membikin Indonesia tetap bisa menjaga tren pertumbuhan ekonomi di atas 5% selama tujuh tahun terakhir dan menjadi salah satu negara terbaik di ASEAN.

"Dengan pertumbuhan 5,45% sepanjang satu semester ini, juga di antara negara-negara lain termasuk di ASEAN, itu salah satu nan top. Kita kemarin lihat Vietnam nan sedikit di atas kita di 8%," kata Airlangga.

(hrp/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance