Jakarta -
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto merespons info gini ratio nan meningkat pada Maret 2026. Gini ratio digunakan untuk mengukur ketimpangan pengeluaran penduduk.
Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS), gini ratio Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,368 alias naik 0,005 poin dibandingkan September 2025. Semakin tinggi gini ratio semakin tinggi pula tingkat ketimpangannya.
Menurut Airlangga, pemerintah mengupayakan pembukaan lapangan kerja untuk menekan tingkat gini ratio. Program ketenagakerjaan seperti vokasi dan magang juga digencarkan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya tentu kembali lagi kita terus mendorong penurunan daripada pengangguran dan kita sorong agar pembuatan lapangan kerja semakin tinggi. Salah satunya juga mengganjel dengan vokasi dan juga magang sehingga tentu kita bisa menekan gini rasio," kata Airlangga dalam konvensi pers di instansi Kemenko Ekonomi, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).
Selain itu, pemerintah tetap melanjutkan pembebasan PPh Pasal 21 bagi tenaga kerja dengan penghasilan hingga Rp 10 juta per bulan. Program tersebut juga diharapkan menekan tingkat rasio gini.
"Di samping itu kita kan tetap melanjutkan PPH di tanggung pemerintah untuk pekerja nan di bawah Rp10 juta," tuturnya.
Rasio gini Indonesia tercatat naik di tengah penurunan nomor kemiskinan. Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud, tingkat kemiskinan di Tanah Air tercatat sebesar 8,07%, turun 430 ribu orang menjadi 22,93 juta orang.
Edy menyebut ketimpangan di wilayah perkotaan tetap lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Gini ratio perkotaan pada Maret 2026 mencapai 0,387 alias naik 0,004 poin dibandingkan September 2025. Lalu, gini ratio di wilayah perdesaan tercatat sebesar 0,296 alias meningkat 0,010 poin dibandingkan September 2025.
"Kemudian juga ketimpangan di perkotaan pada Maret 2026 sebesar 0,387 lebih tinggi 0,004 poin jika dibandingkan dengan kondisi bulan September 2025. Sementara itu ketimpangan di perdesaan pada bulan Maret 2026 sebesar 0,296 lebih tinggi 0,01 poin jika dibandingkan dengan bulan September 2025," jelas dia.
(ily/hns)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·