Felldy Utama
, Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |18:28 WIB

DPR matikan lampu (foto: Okezone)
JAKARTA – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mulai menerapkan langkah efisiensi anggaran, sebagai respons atas gejolak kenaikan nilai bahan bakar minyak (BBM) global, nan berpotensi membebani anggaran pendapatan dan shopping negara (APBN).
Berdasarkan pantauan Okezone di Kompleks Parlemen, sekitar pukul 18.00 WIB, sejumlah lampu di koridor gedung mulai dipadamkan. Pemadaman juga dilakukan di ruang rapat nan tidak digunakan pada sore hingga malam hari.
Meski demikian, beberapa akomodasi tetap beroperasi, seperti musala, toilet, mesin ATM, serta ruang media center. Selain lampu, penggunaan eskalator dan lift di gedung-gedung nan tidak mempunyai aktivitas juga dibatasi untuk menghemat energi. Langkah ini diterapkan ketika tidak ada aktivitas rapat maupun aktivitas lain nan melibatkan aparatur sipil negara (ASN).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya telah membahas beragam skema penghematan sejak pekan lalu, termasuk pengetatan penggunaan daya di lingkungan gedung parlemen.
Ia menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan skema pemadaman listrik secara menyeluruh pada malam hari jika tidak ada agenda persidangan.
“Maksimal pukul 20.00 WIB listrik bakal dimatikan. Karena belum semua gedung menggunakan building automatic system, pengaturan tetap dilakukan secara manual. Ruang-ruang rapat nan tidak digunakan, termasuk listrik, AC, dan lampu, bakal dimatikan,” ujar Indra.
(Awaludin)
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·